Pengertian Desa dan 10 Perbedaan Dengan Perkotaan

pengertian pedesaan dan perbedaanya dengan perkotaan

Desa yang terbayang oleh kita pastilah suatu tempat dimana kondisi alamnya masih asri dan bebas polusi. Sayangnya, masyarakat desa belum seterbuka orang-orang kota karena mereka masih mempertahankan adat istiadat yang diwariskan oleh leuhurnya.

Sedangkan di kota tentunya sangat jauh berbeda dengan desa, dimana dari masyarakatnya pun sudah terbuka dan tidak terikat dengan aturan-aturan yang mengikat.

Tentunya perbandingan di atas masih sangat sedikit karena memang masih banyak lagi perbedaan dari desa dan kota yang perlu Anda ketahui.

Lebih lengkapnya pembahasan di atas, Anda perlu menyimak ulasan di bawah ini;

Mengenal Pengertian Desa

Desa merupakan sebuah wilayah yang di diami oleh masyarakat dengan kebudayaan dan adat istiadat yang mengikat.

Desa pun memiliki pengertian lain, yaitu wilayah yang memiliki kehidupan yang mengikat antar ribuan jiwa yang mendiami suatu daerah.

Mayoritas, usaha-usaha yang ada di desa sangat dipengaruhi oleh alam, baik dari keadaan dan kekeyaan alam itu sendiri.

Mengenal Perbedaan Desa dengan Kota

1. Banyak Lahan Kosong di Desa

pengertian desa dan perbedaanya dengan perkotaan

Ketika melihat atau mendatangi sebuah desa pasti sangat terasa nyaman dengan keindahan alamnya.

Wajar bila hal itu yang Anda rasakan karena belum banyak infrasturktur yang dibuat sehingga masih banyak terlihat lahan kosong di desa tersebut.

Baca juga : 10 Ciri-Ciri Desa, Apakah Daerahmu Masih Tergolong Pedesaan atau Perkotaan?

Lahan kosong tersebut ada yang yang dimanfaatkan untuk menanam tanaman, sayuran, buah-buahan, dan lain sebagainya sehingga akan menyejukan mata dan memakmurkan masyarakat kota maupun desa.

Tentunya sangat jarang ditemui bangunan tinggi yang megah di wilayah desa mengingat mereka pun masih taat dengan aturan atau budaya setempat.

Kondisi ini jelas berbeda dengan perkotaan, dimana lahan-lahan kosong sudah jarang ditemui karena banyaknya infrasturktur yang dibangun baik itu sekolah, rumah, Gedung, serta fasilitas umum lainnya.

Karena lahan yang sudah sempit itulah, maka jangan heran bila masyarakat kota berlomba-lomba membangun infrastruktur tersebut dengan ukuran yang tinggi bahkan ada pula bangunan yang hampir mencapai awan.

2. Hubungan sosial

Hubungan sosial di desa jelas berbeda dengan kota, dimana hubungan sosialnya masih terasa kental dan kuat.

Mereka membangun kekeluargaan dengan mengedepankan gotong royong di berbagai kegiatan.

Baca juga : 10 Ciri-Ciri Desa, Apakah Daerahmu Masih Tergolong Pedesaan atau Perkotaan?

Tentunya keadaan ini berbeda dengan hubungan sosial yang ada di perkotaan khususnya kota yang mendapatkan cap ‘’metropolitan’’.

Hal tersebut bisa dilihat dari rumah-rumah yang mereka huni dimana walaupun berdekatan tetapi rumah satu dengan lainnya sanga tertutup.

Sehingga antara tetangga sendiri tidak saling kenal dan kurangnya bersosialisasi.

Kondisi ini menyebabkan individualisme di kota semakin tinggi karena masing-masing memiliki kesibukan yang membuat mereka tidak sempat untuk bertegur sapa atau mengenal lebih dalam.

3. Budaya

Kepercayaan yang dianut oleh masyarakat desa sangat kuat baik bagi agama, adat serta budaya yang ada. Kepercayaan ini yang berakibat menjadi sebuah aturan tidak tertulis yang telah disepakati oleh masyarakat dalam desa.

Perbedaan dalam segi budaya memang sangat jelas terlihat dibandingkan dengan perkotaan.

Tradisi dan adat istiadat di kota boleh jadi sudah mulai memudar. Hal itu seiring dnegan pengetahuan dan pemahaman mereka untuk lebih percaya terhadap agama yang mereka anut.

Maka, kepercayaan di kota lebih beragam tetapi masih mengedapankan budaya timur yang selama ini Indonesia lakukan.

Namun begitu kota bukanlah tempat yang buruk, hanya saja tidak banyak mencantumkan kembali budaya.

4. Mata Pencaharian

Pekerjaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat di Desa tidak lain adalah bertani, berternak, nelayan, serta hal-hal yang berkaitan dengan alam.

Hal ini sesuai dengan ciri-ciri geografis desa dimana kondisi alam masih mendominasi, transportasi masih langka, infrastruktur masih jarang dibangun, sehingga mata pencarian di desa masih terbatas dan juga sedikit.

Andaikata, di desa terdapat sebuah pabrik, boleh jadi ada sebagian masyarakat yang memilih untuk menjadi buruh.

Baca juga : Isi Peraturan Keuangan Desa dalam Undang-Undang Desa

Karena mata pencaharian yang sedikit, banyak penduduk desa yang merantau ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik

Di kota sendiri, bisa menemukan berbagai macam mata pencaharian terutama di zaman teknologi ini yang menyebabkan lebih banyaknya variasi dalam mencari pekerjaan.

Bisa dilihat Bersama, dalam satu gedung tinggi di kota Jakarta saja bisa menampung 1.000 pekerja yang pastinya mengundang orang bisa bekerja di tempat tersebut.

5. Pemukiman

Pemukiman di desa cenderung tidak terlalu padat, hal ini dikarenakan penduduk desa yang memang tidak terlalu banyak serta diantara masyarakatnya ada yang merantau.

Karena itulah, bisa dilihat bersama, jarak antara satu rumah masyarakat desa dengan yang lainnya sangat jauh.

Baca juga : Pengertian Pemerintahan Desa, Struktur dan Fungsi Perangkat Desa

Tentang penduduk dan jarak rumah ini memang masih ada kaitannya dengan adat atau tradisi yang diberlakukan, seperti di wilayah Jawa Barat dan Yogyakarta yang daerahnya masih memegang adat dengan jumlah warga maksimal 7 kepala keluarga yang bisa menempati daerah tersebut.

Kota sebenarnya bukan tempat yang nyaman untuk ditinggali. Namun, di kota ini menawarkan perubahan nasib yang sangat menjanjikan.

Banyaknya orang yang merantau desa, membuat kota menjadi padat sehingga pemukiman di kota pun sudah tidak teratur lagi.

Di kota sendiri sudah banyak diisi oleh para pendatang. Akibatnya pemukiman satu dengan lainnya saling berdempetan bahkan banyak daerah-daerah kumuh di kota ini.

Semakin banyaknya pendatang, membuat pemerintah setempat membuat infrastruktur rumah susun dan juga apartement agar mereka bisa tinggal di tempat tersebut.

6. Lingkungan hidup

Lingkungan hidup di desa masih sangat baik, terlihat dari kualitas udara, air, sumber daya alam yang masih alami dan bisa didapatkan dari sumbernya.

Desa pun dikenal sebagai wilayah yang bebas polusi mengingat ciri-ciri geografis yang telah disebutkan di atas.

Hal inilah yang membedakan antara desa dengan perkotaan.

Sedangkan di kota, udara sudah tercemar dikarenakan limbah pabrik, asap dari kendaraan yang jumlahnya sudah cukup banyak.

Tentu saja dari lingkungan hidup yang tidak sehat ini, banyak orang terutama di kota yang terkena berbagai macam penyakit.

Tidak hanya berdampak pada penyakit, hal itu juga bisa berdampak lain speerti terjadinya banjir yang tidak ada habisnya.

7. Mobilitas (Kemampuan bergerak)

Mobilitas di desa sendiri cenderung terbatas apabila mereka hanya mengandalkan kehidupan di desa saja. Mengingat dari mata pencahariannya pun tidak terlalu banyak serta belum banyaknya transportasi di desa tersebut.

Hal ini menyebabkan kehidupan di desa pun begitu monoton dan tidak ada gebrakan baru yang bisa memajukan desa itu sendiri.

Karena itulah, mobilitas mereka terbatas, Adapun yang ingin suatu perubahan mereka biasanya mulai untuk hijrah ke tempat lain dalam hal ini kota yang terdekat dengan daerah mereka ataupun ke luar pulau.

Sedangkan di kota, mobilitas warganya cukup padat. Tak heran bila setiap hari Anda akn menemukan jalanan kota yang macet.

Namun dari seringnya melakukan mobilitas tersebut, kota bisa bergerak lecih cepat dari desa dimana menghasilkan inovasi dan juga hal-hal baru setiap harinya.

8. Konflik

Konflik ini bisa terjadi dimana-mana, baik di desa maupun kota. Konflik pun bisa terjadi kapan saja dengan masalah kecil ataupun besar.

Konflik di desa pun beragam, biasanya terjadi antar desa satu dengan yang lainnya.tetapi bisa diselesaikan dan dikembalikan pada peraturan adat yang disepakati dan berlaku di tempat tersebut

Tetapi yang pasti, konflik di desa pun jarang terjadi dan bisa teratasi dengan cepat mengingat sistem kekeluargaan dan gotong royong masih sangat kuat dilakukan di desa.

Sedangkan konflik di kota bisa muncul setiap hari bahkan setiap waktunya.

Banyaknya faktor yang dapat memicu timbulnya konflik di kota entah itu karena ekonomi, sosial, gaya hidup, politik, dan lain sebagainya.

Cara menyelesaikan konflik tersebut bisa dengan kata damai, kekeluargaan, dan juga menempuh jalur hukum apabila konflik yang ada sudah cukup pelik.

Tetapi yang terjadi saat ini,baik konflik di desa maupun kota sudah sering menggunakan jalur hukum sehingga menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

Konflik-konflik ini tentu saja sangat tidak baik karena bisa menimbulkan perpecahan antara individu maupun kelompok.

9. Gaya hidup

Sederhana, adalah sebuah kata yang dapat mengartikan gaya hidup di desa. Mereka tidak kekurangan apapun namun juga tidak berlebihan.

Gaya hidup tersebut dikarenakan tidak banyaknya hal-hal yang bisa mempengaruhi gaya hidup masyarakat di desa.

Selain karena sulit dijangkau atau akses terbatas, ada sebagain masyaraka desa yang tidak mau menerima perubahan tersebut.

Beda halnya dengan kota, yang memiliki banyak fasilitas memadai, beragam gaya hidup pun bisa ditemui.

Gaya hidup ini ada yang bersifat konsumtif dikarenakan banyaknya pusat perbelanjaan yang banyak ditemui di kota.

Kemudian gaya hidup yang mementingkan lingkungan, seiring dengan banyaknya orang-orang kota yang mebuah sembarangan, banyak menggunakan wadah plastik, dan lain sebagainya.

Selain itu juga ada gaya hidup sehat, dimana ketika Anda memasuki perkotaan banyak makanan-makanan instant yang justru membuat kesehatan menjadi terganggu.

Gaya hidup sehat ini mereka lebih peuli untuk mengonsumsi sayuran dan juga buah-buahan.

10. Pendidikan

Pendidikan di desa jelas sangat berbeda dengan yang ada di kota. Perbedaan tersebut terlihat dari masih kurangnya sekolah-sekolah berjenjang sehingga masyarakatnya ada yang lebih memilih untuk tidak melanjutkan sekolah

Jarak sekolah yang cukup jauh serta akses yang tidak mudah dijangkau membuat mimpi mereka mendapatkan ijazah tinggi pun terkubur.

Jika ada masyarakat desa yang mampu, mereka akan rela bersekolah di kota. Sebaliknya, jika tidak mampu sebatas ijazah SD pun hanya bisa mereka dapatkan dengan penuh perjuangan.

Selain itu bangunan-bangunan sekolahnya pun tidak memadai sehingga mereka harus belajar dengan fasilitas seadanya.

Tidak hanya fasilitasnya saja, tetapi juga tenaga gurunya pun sangat sedikit. Tak ayal, satu guru bisa merangkap menjadi kepala sekolah atau mengajar di kelas lain.

Hal ini juga dikarenkan karena ada beberapa masyarakat yang tidak terlalu mementingkan Pendidikan.

Mereka lebih memilih untuk bekerja di sawah, laut, atau kebun agar bisa mendapatkan penghasilan dari aktivitas tersebut.

Sedangkan di kota sendiri, fasilitas pendidikan sudah banyak dijumpai. Dari mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi lengkap ada di kota.

Uniknya, ada beberapa perguruan tinggi yang justru kekurangan peserta didik mengingat masyarakat kota ini mendapatkan Pendidikan yang terbaik dengan memilih universitas negeri atau swasta yang ternama.

Bagi masyarakat kota, gelar Pendidikan tertinggi adalah sesuatu yang harus dicapai hal ini berkaitan dengan pencarian pekerjaan yang sangat membutuhakan SDM dengan gelar sarjana.

Penutup

Nah, itulah pembahasan mengenai pengertian desa serta perbedannya dengan kota. Smoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda.

Pengertian Desa dan 10 Perbedaan Dengan Perkotaan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top