5 Contoh Penggunaan dan Pengelolaan Dana Desa yang Tepat

Salah satu cara untuk bisa memajukan desa dimulai dari penggunan dan pengelolaan dana desa itu sendiri.

Karena ketika jelas alur dana yang diberikan kepada masyarakat berarti adanya perubahan yang akan dikembangkan menjadi lebih baik. Efeknya, hal ini bisa memberikan kesejahteraan untuk masyarakat desa itu sendiri.

Adanya penggunaan dan pengelolaan dana desa ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik di desa sehingga administrasi di desa lebih tertib dan terjaga kerapihannya.

Pengelolaan dana desa yang tepat

Untuk melihat contoh penggunaan dan pengelolaan dana desa, Anda bisa melihatnya pada ulasan berikut ini dengan disertai nama tempat desa-desa yang telah melakukan hal tersebut.

Mengenal Contoh Penggunaan dan Pengelolaan Dana Desa yang Tepat

1. Pendidikan

Pendidikan di desa tergolong masih rendah baik itu dari faktor tradisi, pribadi, dan juga fasilitas yang dimiliki desa itu sendiri.

Seperti yang diketahui bersama, Pendidikan di desa belum sebaik dan selengkap di desa.

Baca juga : Pengertian Desa dan 10 Perbedaan Dengan Perkotaan

Karena itulah penggunaan dan pengelolaan dana desa ini ada yang ditujukan untuk dana Pendidikan.

Padahal dengan mengenyam pendidikan lebih baik ini, mereka bisa mendapatkan kehidupan lebih baik di masa yang akan datang.

Setiap tahunnya, ada banyak anak-anak di desa yang tidak bisa dan putus bersekolah. Mereka lebih memilih untuk membantu orang tuanya mendapatkan ekonomi yang lebih baik.

Anak-anak seharusnya mendapatkan haknya untuk mendapatkan Pendidikan yang lebih baik dari sebelumnya.

Di Brebes, Desa Wanatirta sudah ada sebuah program yang bernama Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).

Desa tersebut menganggarkan dana sebesar Rp 60 juta untuk membantu anak-anak desa setempat agar bisa kembali sekolah.

Beda halnya dengan di Bengkulu terdapat sebuah desa kota Bani yang mengalokasikan dana desa untuk memperbaiki fasilitas PAUD serta biaya insentif untuk guru-guru yang mengajar di desa tersebut.

Adanya dana penggunaan dan pengelolaan dana tersebut membangkitkan semangat anak-anak desa dan juga orang tua yang menginginkan mereka mengenyam pendidikan tetapi terhalang oleh dana.

2. Sanitasi dan Air minum

Walaupun di desa terdapat sumber air minum yang bisa didapatkan dengan mudah, tetap saja sumber air minum tersebut harus dikelola dengan baik.

Sayangnya, pengetahuan dan pemahaman pengelolaan sanitasi dan air minum ini tidak dipahami oleh masyarakat desa, sehingga pengelolaan ini sendiri terkesan tidak terurus dengan baik dan masih terhalang oleh dana.

Baca juga : 10 Ciri-Ciri Desa, Apakah Daerahmu Masih Tergolong Pedesaan atau Perkotaan?

Berdasarkan hal tersebut, dari sejak tahun 2007 WHO mencatat bahwa sanitasi dan air minum yang tidak dikelola dengan baik berdampak pada kesehatan masyarakat dengan terjangkitnya penyakit diare.

Melihat fenomena tersebut, pemerintah lewat Kementrian Kesehatan (Kemenkes) membuat program yang bernama Sanitasi Total Bebasis Masyarakat (STBM).

Program yang digulirkan tersebut ternyata berdampak nyata pada masyarakat desa dengan menurunnya penyakit diare hingga 94 persen berdasarkan data yang diperoleh dari WHO.

Sebelum penyakit diare itu turun, pada umumnya masyarakat desa melakukan kebiasan buruk di desanya , seperti buang air besar semabarangan, mandi menggunakan air tidak bersih, tidak mencuci tangan sebelum makan dan setelah BAB, belum adanya pengolaan sampah, pengolahan air minum yang masih terbatas, serta masih minimnya pengolahan limbah cair.

Salah satu bentuk nyata yang dilakukan program STBM ini adalah dengan menyediakan fasilitas MCK bagi masyarakat desa, sosialisasi cuci tangan sebelum makan, serta penyuluhan lainnya yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

Sayangnya, program STBM ini tidak semua desa di Indonesia menerimanya. Fakta di lapangan menjelaskan bahwa ada beberapa tempat MCK yang tidak dirawat dengan baik karena mereka sudah nyaman untuk mandi, BAB, mencuci baju, dan lain sebagainya di sungai.

Tetapi, bukan berarti program ini gagal, karena di beberapa desa di Indonesia, seperti di Kabupaten Alor, Desa Otvai program tersebut sudah dijalankan dengan baik. Terbukti dengan adanya alokasi dana sebsar 100 juta untuk pengelolaan dan pembangunan jamban di tempat tersebut.

Karena itulah, pada tahun 2016-2017 menunjukkan persentase yang naik drastis dalam segi perubahan pola hidup di desa tersebut terutama yang berhubungan dengan sanitasi air minum tersebut.

Memang tidak mudah mengajak masyarakat untuk meninggalkan perubahan yang sudah menjadi kebiasaan.

Namun dengan sosialisasi yang terus digemborkan, memperlihatkan perubahan yang signifikan dan juga meningkat.

3. Kesehatan

Penggunaan dan pengelolaan dana desa berikutnya dalam bidang kesehatan. Seperti yang diketahui bersama, fasilitas kesehatan di desa pun masih sangat minim dan jarang, sehingga hal tersebut harus dipikirkan dan ditindaklanjuti dengan seksama oleh pemerintah desa itu sendiri.

Di desa sendiri biasanya hanya tersedia puskesmas dan posyandu tidak lebih dari dua tempat. Ada pula yang hanya memiliki puskesmas atau posyandu saja dengan tenaga medis yang terbatas.

Fenomena ini terjadi, mengingat masyarakat desa masih percaya dengan pengobatan tradisional dan belum sepenuhnya percaya dengan pengobatan modern tersebut.

Karena itulah, pemerintah mulai mempriortiaskan hal dengan melakukan sosialisasi lewat peemrintah desa serta organisasi kemasyarakatan yang ada di desa itu sendiri.

Jika sudah ada puskesmas atau posyandu, langkah pemerintah adalah dengan menambah dan memperbaiki fasilitas kesehatan serta pemberian intensif yang memadai untuk para tenaga medis yang bertugas.

Dalam hal kesehatan di desa ini, pemerintah pun snagat memperhatikan para wanita terutama ibu hamil dan menyusui. Karena angkat kematian ibu hamil ini masih tinggi serta pengasuhan anak yang belum tepat.

4. Infrastruktur

Penggunaan dan pengelolaan dana desa berikutnya adalah untuk infrastruktur yanga da di desa.

Infrastruktur yang dimaksud untuk membangun fasilitas-fasilitas umum di desa seperti balai desa, rumah ibadah, pos keamanan, perbaikan jalan, memperbaiki bangunan yang rusak, membangun jembatan, dan lain sebagainya.

Baca juga : Isi Peraturan Keuangan Desa dalam Undang-Undang Desa

Untuk membangun infrastruktur di desa sendiri memang tidak mudah.mereka masih patuh terhadap adat istiadat sehingga tidak bisa sembarangan untuk membangun.

Tentunya, untuk mengatasi hal tersebut pemerintah desa selalu melibatkan pemangku adat atau orang yang dianggap sepuh untuk bermusyawarah membangun infrastruktur yang perlu dan tidak perlu dibangun di desa tersebut.

Jadi, sangatlah wajar bila pembangunan di desa tidak sebanyak yang ada di perkotaan.
Tetapi, biasanya yang menjadi prioritas pembangunan oleh pemerintah ini dari perbaikan jalan untuk memudahkan masyarakat setempat dan orang luar untuk berkunjung ke desa tersebut.

5. Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Penggunan dan pengelolaan dana desa untuk pengembangan BUMDes ini sangat penting karena bisa membantu meningkatkan perekonomian di desa tersebut.

Seperti yang diketahui bersama adanya BUMDes ini banyak warga yang terdorong untuk menjadi pebisnis dengan menciptakan produk-produk yang berasal dari desa itu sendiri.

Dengan begitu, mata pencaharian di desa pun tidak monoton dan lebih bervariasi.

Dana desa yang dikeluarkan untuk BUMDes ini sendiri bisa menjadikan masyarakat desa lebih produktif. Mereka akan dibantu dalam hal modal, pengelolaan produksi, distribusi, hingga pemasaran.

Contoh nyata pengelolaan dana desa untuk BUMDes ini adalah dengan membentuk desa wisata. Untuk mendirikan desa wisata ini memerlukan modal yang tidak sedikit.

Tentu dengan adanya BUMDes keinginan warga untuk bisa menjadi desa wisata tersebut bisa terwujud dengan baik.

Tidak hanya untuk desa wisata, ada pula yang memerlukan modal untuk mengembangkan pertanian dan juga peternakannya. Sehingga mereka bisa maju dan mandiri.

Desa di Indonesia yang Menggunakan dan Mengelola Dana Desa dengan Baik.

1. Desa Ngadas

Desa Ngadas, terletak Kabupaten malang dan dikenal sebagai desa wisata bernama Tengger.

Desa ngadas sendiri menjadi conoh dalam pengalokasian dana desa terhadap kebutuhan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dana desa tersebut dialokasikan untuk bidang infrastruktur yaitu pengadaan jalan tani. Jalan ini yang berfungsi sebagai akses bagi masyarakat dalam mempermudah jalan menuju ladang.

Dulu, kondisi jalan tersebut sangatlah tidak layak untuk dilalui karena hanya untuk satu orang dengan dipenuhi bebatuan. Apabila musim hujan tiba, jalan di desa tersebut dipenuhi lumpur dan harus berhati-hati untuk melewatinya.

Namun, karena dana desa tersebutlah kini jalan tersebut bisa dilalui motor dan juga mobil pick up.

Tentu saja hal tersebut memudahkan transaksi jual beli hasil panen masyarakat di Desa Ngadas. Selain itu, desa Ngadas juga merupakan jembatan yang menghubungkan dengan desa-desa lainnya.

Desa ngadas juga merupakan jalur wisata menuju ke Gunung Bromo ataupun Gunung Semeru sehingga digunakan menjadi akses jalan wisata.

Desa Ngadas juga sudah memiliki sanitasi yang memadai sehingga terjaga kebersihan dan kesehatan masyarakatnya.

Semangat gotong royong dalam memecahkan masalah yang terjadi di pedesaaan juga merupakan contoh yang bisa ditiru desa lainnya. Karena tanpa kebersamaan dan keinginan bersama tidak akan terwujudnya hal tersebut.

2. Desa Ponggok

Desa Ponggok merupakan desa wisata yang berada di daerah Klaten Jawa Tengah. Desa ini juga bisa dijadikan contoh dalam pengalokasian dana desa terbaik di Indonesia.

Desa ini telah mendapatkan apresiasi dari Presiden Jokowi dan juga Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Hal tersebut dikarenakan pengalokasian dana desa yang jelas terhadap visi misi dari desa tersebut.

Desa ponggok ini dulu tidak mempunyai suatu keunggulan apapun, namun hari ini bisa mendapat pendapatan miliyaran per tahunnya.

Umbul ponggok contohnya adalah tempat wisata dengan mata air yang jernih diubah menjadi tempat wisata yang banyak digandrungi oleh masyarakat .

Keunikan umbul ponggok ini selain mata air yang jernih, wisatawan juga dapat berfoto didalam air dengan hewan-hewan yang ada di dalamnya.

Karena umbul ponggok ini merupakan wisata air tawar sehingga tidak ada hewan yang menakutkan.

Adapun program unggulan dari Desa Ponggok sendiri yaitu satu rumah satu sarjana untuk meningkatkan pendidikan yang ada.

Selain dari desa wisata dan pendidikan, program lainnya seperti program renovasi rumah, sanitasi, air bersih juga perlindungan sosial lansia dan perlindungan kesehatan untuk asuransi BPJS.

Penutup

Ada banyak Desa yang telah mengalokasikan dana desa secara tepat hal tersebut juga harus sesuai dengan visi misi dari desa.

Tentunya setiap desa memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda. Namun, disinilah tantangannya. Masyarakat desa harus bisa menggali potenis dalam diri ataupun potensi desanya untuk bisa berkembang lebih baik lagi.

Dana desa telah dianggarkan dan dialokasikan, maka tugas rakyat selanjutnya adalah ‘’menjemput bola’’ tersebut dengan memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan desa itu sendiri.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda.

Pengertian Desa dan 10 Perbedaan Dengan Perkotaan

Desa yang terbayang oleh kita pastilah suatu tempat dimana kondisi alamnya masih asri dan bebas polusi. Sayangnya, masyarakat desa belum seterbuka orang-orang kota karena mereka masih mempertahankan adat istiadat yang diwariskan oleh leuhurnya.

Sedangkan di kota tentunya sangat jauh berbeda dengan desa, dimana dari masyarakatnya pun sudah terbuka dan tidak terikat dengan aturan-aturan yang mengikat.

Tentunya perbandingan di atas masih sangat sedikit karena memang masih banyak lagi perbedaan dari desa dan kota yang perlu Anda ketahui.

Lebih lengkapnya pembahasan di atas, Anda perlu menyimak ulasan di bawah ini;

Mengenal Pengertian Desa

Desa merupakan sebuah wilayah yang di diami oleh masyarakat dengan kebudayaan dan adat istiadat yang mengikat.

Desa pun memiliki pengertian lain, yaitu wilayah yang memiliki kehidupan yang mengikat antar ribuan jiwa yang mendiami suatu daerah.

Mayoritas, usaha-usaha yang ada di desa sangat dipengaruhi oleh alam, baik dari keadaan dan kekeyaan alam itu sendiri.

Mengenal Perbedaan Desa dengan Kota

1. Banyak Lahan Kosong di Desa

pengertian desa dan perbedaanya dengan perkotaan

Ketika melihat atau mendatangi sebuah desa pasti sangat terasa nyaman dengan keindahan alamnya.

Wajar bila hal itu yang Anda rasakan karena belum banyak infrasturktur yang dibuat sehingga masih banyak terlihat lahan kosong di desa tersebut.

Baca juga : 10 Ciri-Ciri Desa, Apakah Daerahmu Masih Tergolong Pedesaan atau Perkotaan?

Lahan kosong tersebut ada yang yang dimanfaatkan untuk menanam tanaman, sayuran, buah-buahan, dan lain sebagainya sehingga akan menyejukan mata dan memakmurkan masyarakat kota maupun desa.

Tentunya sangat jarang ditemui bangunan tinggi yang megah di wilayah desa mengingat mereka pun masih taat dengan aturan atau budaya setempat.

Kondisi ini jelas berbeda dengan perkotaan, dimana lahan-lahan kosong sudah jarang ditemui karena banyaknya infrasturktur yang dibangun baik itu sekolah, rumah, Gedung, serta fasilitas umum lainnya.

Karena lahan yang sudah sempit itulah, maka jangan heran bila masyarakat kota berlomba-lomba membangun infrastruktur tersebut dengan ukuran yang tinggi bahkan ada pula bangunan yang hampir mencapai awan.

2. Hubungan sosial

Hubungan sosial di desa jelas berbeda dengan kota, dimana hubungan sosialnya masih terasa kental dan kuat.

Mereka membangun kekeluargaan dengan mengedepankan gotong royong di berbagai kegiatan.

Baca juga : 10 Ciri-Ciri Desa, Apakah Daerahmu Masih Tergolong Pedesaan atau Perkotaan?

Tentunya keadaan ini berbeda dengan hubungan sosial yang ada di perkotaan khususnya kota yang mendapatkan cap ‘’metropolitan’’.

Hal tersebut bisa dilihat dari rumah-rumah yang mereka huni dimana walaupun berdekatan tetapi rumah satu dengan lainnya sanga tertutup.

Sehingga antara tetangga sendiri tidak saling kenal dan kurangnya bersosialisasi.

Kondisi ini menyebabkan individualisme di kota semakin tinggi karena masing-masing memiliki kesibukan yang membuat mereka tidak sempat untuk bertegur sapa atau mengenal lebih dalam.

3. Budaya

Kepercayaan yang dianut oleh masyarakat desa sangat kuat baik bagi agama, adat serta budaya yang ada. Kepercayaan ini yang berakibat menjadi sebuah aturan tidak tertulis yang telah disepakati oleh masyarakat dalam desa.

Perbedaan dalam segi budaya memang sangat jelas terlihat dibandingkan dengan perkotaan.

Tradisi dan adat istiadat di kota boleh jadi sudah mulai memudar. Hal itu seiring dnegan pengetahuan dan pemahaman mereka untuk lebih percaya terhadap agama yang mereka anut.

Maka, kepercayaan di kota lebih beragam tetapi masih mengedapankan budaya timur yang selama ini Indonesia lakukan.

Namun begitu kota bukanlah tempat yang buruk, hanya saja tidak banyak mencantumkan kembali budaya.

4. Mata Pencaharian

Pekerjaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat di Desa tidak lain adalah bertani, berternak, nelayan, serta hal-hal yang berkaitan dengan alam.

Hal ini sesuai dengan ciri-ciri geografis desa dimana kondisi alam masih mendominasi, transportasi masih langka, infrastruktur masih jarang dibangun, sehingga mata pencarian di desa masih terbatas dan juga sedikit.

Andaikata, di desa terdapat sebuah pabrik, boleh jadi ada sebagian masyarakat yang memilih untuk menjadi buruh.

Baca juga : Isi Peraturan Keuangan Desa dalam Undang-Undang Desa

Karena mata pencaharian yang sedikit, banyak penduduk desa yang merantau ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik

Di kota sendiri, bisa menemukan berbagai macam mata pencaharian terutama di zaman teknologi ini yang menyebabkan lebih banyaknya variasi dalam mencari pekerjaan.

Bisa dilihat Bersama, dalam satu gedung tinggi di kota Jakarta saja bisa menampung 1.000 pekerja yang pastinya mengundang orang bisa bekerja di tempat tersebut.

5. Pemukiman

Pemukiman di desa cenderung tidak terlalu padat, hal ini dikarenakan penduduk desa yang memang tidak terlalu banyak serta diantara masyarakatnya ada yang merantau.

Karena itulah, bisa dilihat bersama, jarak antara satu rumah masyarakat desa dengan yang lainnya sangat jauh.

Baca juga : Pengertian Pemerintahan Desa, Struktur dan Fungsi Perangkat Desa

Tentang penduduk dan jarak rumah ini memang masih ada kaitannya dengan adat atau tradisi yang diberlakukan, seperti di wilayah Jawa Barat dan Yogyakarta yang daerahnya masih memegang adat dengan jumlah warga maksimal 7 kepala keluarga yang bisa menempati daerah tersebut.

Kota sebenarnya bukan tempat yang nyaman untuk ditinggali. Namun, di kota ini menawarkan perubahan nasib yang sangat menjanjikan.

Banyaknya orang yang merantau desa, membuat kota menjadi padat sehingga pemukiman di kota pun sudah tidak teratur lagi.

Di kota sendiri sudah banyak diisi oleh para pendatang. Akibatnya pemukiman satu dengan lainnya saling berdempetan bahkan banyak daerah-daerah kumuh di kota ini.

Semakin banyaknya pendatang, membuat pemerintah setempat membuat infrastruktur rumah susun dan juga apartement agar mereka bisa tinggal di tempat tersebut.

6. Lingkungan hidup

Lingkungan hidup di desa masih sangat baik, terlihat dari kualitas udara, air, sumber daya alam yang masih alami dan bisa didapatkan dari sumbernya.

Desa pun dikenal sebagai wilayah yang bebas polusi mengingat ciri-ciri geografis yang telah disebutkan di atas.

Hal inilah yang membedakan antara desa dengan perkotaan.

Sedangkan di kota, udara sudah tercemar dikarenakan limbah pabrik, asap dari kendaraan yang jumlahnya sudah cukup banyak.

Tentu saja dari lingkungan hidup yang tidak sehat ini, banyak orang terutama di kota yang terkena berbagai macam penyakit.

Tidak hanya berdampak pada penyakit, hal itu juga bisa berdampak lain speerti terjadinya banjir yang tidak ada habisnya.

7. Mobilitas (Kemampuan bergerak)

Mobilitas di desa sendiri cenderung terbatas apabila mereka hanya mengandalkan kehidupan di desa saja. Mengingat dari mata pencahariannya pun tidak terlalu banyak serta belum banyaknya transportasi di desa tersebut.

Hal ini menyebabkan kehidupan di desa pun begitu monoton dan tidak ada gebrakan baru yang bisa memajukan desa itu sendiri.

Karena itulah, mobilitas mereka terbatas, Adapun yang ingin suatu perubahan mereka biasanya mulai untuk hijrah ke tempat lain dalam hal ini kota yang terdekat dengan daerah mereka ataupun ke luar pulau.

Sedangkan di kota, mobilitas warganya cukup padat. Tak heran bila setiap hari Anda akn menemukan jalanan kota yang macet.

Namun dari seringnya melakukan mobilitas tersebut, kota bisa bergerak lecih cepat dari desa dimana menghasilkan inovasi dan juga hal-hal baru setiap harinya.

8. Konflik

Konflik ini bisa terjadi dimana-mana, baik di desa maupun kota. Konflik pun bisa terjadi kapan saja dengan masalah kecil ataupun besar.

Konflik di desa pun beragam, biasanya terjadi antar desa satu dengan yang lainnya.tetapi bisa diselesaikan dan dikembalikan pada peraturan adat yang disepakati dan berlaku di tempat tersebut

Tetapi yang pasti, konflik di desa pun jarang terjadi dan bisa teratasi dengan cepat mengingat sistem kekeluargaan dan gotong royong masih sangat kuat dilakukan di desa.

Sedangkan konflik di kota bisa muncul setiap hari bahkan setiap waktunya.

Banyaknya faktor yang dapat memicu timbulnya konflik di kota entah itu karena ekonomi, sosial, gaya hidup, politik, dan lain sebagainya.

Cara menyelesaikan konflik tersebut bisa dengan kata damai, kekeluargaan, dan juga menempuh jalur hukum apabila konflik yang ada sudah cukup pelik.

Tetapi yang terjadi saat ini,baik konflik di desa maupun kota sudah sering menggunakan jalur hukum sehingga menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

Konflik-konflik ini tentu saja sangat tidak baik karena bisa menimbulkan perpecahan antara individu maupun kelompok.

9. Gaya hidup

Sederhana, adalah sebuah kata yang dapat mengartikan gaya hidup di desa. Mereka tidak kekurangan apapun namun juga tidak berlebihan.

Gaya hidup tersebut dikarenakan tidak banyaknya hal-hal yang bisa mempengaruhi gaya hidup masyarakat di desa.

Selain karena sulit dijangkau atau akses terbatas, ada sebagain masyaraka desa yang tidak mau menerima perubahan tersebut.

Beda halnya dengan kota, yang memiliki banyak fasilitas memadai, beragam gaya hidup pun bisa ditemui.

Gaya hidup ini ada yang bersifat konsumtif dikarenakan banyaknya pusat perbelanjaan yang banyak ditemui di kota.

Kemudian gaya hidup yang mementingkan lingkungan, seiring dengan banyaknya orang-orang kota yang mebuah sembarangan, banyak menggunakan wadah plastik, dan lain sebagainya.

Selain itu juga ada gaya hidup sehat, dimana ketika Anda memasuki perkotaan banyak makanan-makanan instant yang justru membuat kesehatan menjadi terganggu.

Gaya hidup sehat ini mereka lebih peuli untuk mengonsumsi sayuran dan juga buah-buahan.

10. Pendidikan

Pendidikan di desa jelas sangat berbeda dengan yang ada di kota. Perbedaan tersebut terlihat dari masih kurangnya sekolah-sekolah berjenjang sehingga masyarakatnya ada yang lebih memilih untuk tidak melanjutkan sekolah

Jarak sekolah yang cukup jauh serta akses yang tidak mudah dijangkau membuat mimpi mereka mendapatkan ijazah tinggi pun terkubur.

Jika ada masyarakat desa yang mampu, mereka akan rela bersekolah di kota. Sebaliknya, jika tidak mampu sebatas ijazah SD pun hanya bisa mereka dapatkan dengan penuh perjuangan.

Selain itu bangunan-bangunan sekolahnya pun tidak memadai sehingga mereka harus belajar dengan fasilitas seadanya.

Tidak hanya fasilitasnya saja, tetapi juga tenaga gurunya pun sangat sedikit. Tak ayal, satu guru bisa merangkap menjadi kepala sekolah atau mengajar di kelas lain.

Hal ini juga dikarenkan karena ada beberapa masyarakat yang tidak terlalu mementingkan Pendidikan.

Mereka lebih memilih untuk bekerja di sawah, laut, atau kebun agar bisa mendapatkan penghasilan dari aktivitas tersebut.

Sedangkan di kota sendiri, fasilitas pendidikan sudah banyak dijumpai. Dari mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi lengkap ada di kota.

Uniknya, ada beberapa perguruan tinggi yang justru kekurangan peserta didik mengingat masyarakat kota ini mendapatkan Pendidikan yang terbaik dengan memilih universitas negeri atau swasta yang ternama.

Bagi masyarakat kota, gelar Pendidikan tertinggi adalah sesuatu yang harus dicapai hal ini berkaitan dengan pencarian pekerjaan yang sangat membutuhakan SDM dengan gelar sarjana.

Penutup

Nah, itulah pembahasan mengenai pengertian desa serta perbedannya dengan kota. Smoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda.

Pengertian Desa dan 10 Perbedaan Dengan Perkotaan

Potensi Desa yang Tidak Ada di Kota dan Bisa Dikembangkan

Sejatinya penduduk di kota sangat bergantung kepada potensi yang ada di desa terutama dalam hal sumber daya alam.

Masyarakat kota sangat menantikan apa-apa saja yang dimiliki oleh desa untuk kelangsungan hidup mereka.

Tentunya, baik di kota maupun desa sama-sama saling membutuhkan. Karena itu, jika ’’bahan mentah’’ bisa didapat dari desa, maka orang-orang yang tinggal dikota bisa mengembangkannya dengan teknologi yang berkembang di kota tersebut.

Untuk bisa mewujudkan hal tersebut harus mengetahui terlebih dahulu tentang potensi yang dimiliki oleh desa itu sendiri. Potensi desa yang tidak ada di kota dan bisa dikembangkan dengan baik. Sehingga bisa menjadi sumber penghasilan bagi desa itu sendiri.

Adapun potensi desa yang dimaksud bisa Anda simak pemaparannya di bawah ini.

Mengenal Pengertian dan Macam-Macam Potensi Desa

potensi desa yang bisa dikembangkan

Pengertian Potensi Desa

Potensi desa memiliki arti segala sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang terdapat dan tersimpan di desa. Tentunya sumber daya tersebut bisa dimanfaatkan untuk kelangsungan dan perkembangan desa. Adapun potensi desa yang dimiliki terdapat 2 macam, yaitu potensi nonfisik dan potensi fisik.

Baca juga : Pengertian Adat Istiadat, Jenis dan Contoh Beserta Ulasan dari Para Ahli

Secara lengkapnya potensi fisik dan nonfisik akan dibahas pada uraian di bawah ini;

Potensi Fisik

1. Pertanian

Seperti yang diketahui bersama, desa memiliki tanah yang begitu subur sehingga cocok dijadikan untuk pertanian. Tanah tersebut bisa ditanamai berbagai macam produk alam agar manusia bisa memenuhi kebutuhan utamanya.

Baca juga : 10 Bidang Usaha Pertanian Paling Populer di Desa

Produk pertanian ini bisa berupa beras, sayuran, dan lain sebagainya. Tentu saja pertanian ini sangat jarang ditemui di kota, karena di kota sendiri sudah dijadikan infrastuktur untuk pembangunan rumah, kantor, apartement, tempat rekreasi, dan lain sebagainya.

Karena pertanian ini begitu penting, maka bisa dikembangkan dengan baik. Peran pemerintah desa tentunya sangat diperlukan untuk menjamin kesejahteraan para petaninya.

Tidak hanya itu, kualitas hasil pertanian pun perlu dilengkapi dan didukung dari mulai pemberian pemilihan bibit terbaik, penggunaan pupuk yang berkualitas, mesin atau alat-alat pertanian yang memadai, serta pendistribusian hasil pertanian ke kota dengan alur yang jelas dan menguntungkan petani itu sendiri.

2. Perkebunan

Sama halnya dengan hasil-hasil dari pertanian, hasil dari perkebunan pun sangat ditunggu oleh masyarakat kota. Jelas hal ini menjadi hal yang sangat berpotensi untuk mengembangkan perkebunan itu sendiri.

Hasil perkebunan yang ditunggu-tunggu biasanya dari buah-buahan, sayuran, dan tanaman hias.

Baca juga : 10 Makanan & Masakan Sunda yang Melegenda Menjadi Ciri Khas Pedesaan

Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat kota untuk bisa hidup sehat.

Sedangkan tanaman hias sendiri seiring dengan banyaknya masyarakat kota yang ingin melestarikan lingkungan dengan tanaman-tanaman hias salah satunya.

Jelas ini menjadi potensi desa yang tidak ada di kota dan bisa berkembang dengan lebih baik lagi.

Salah satu contoh hasil perkebunan ini telah dikembangkan dengan baik adalah adanya penjualan hasil perkebunan secara online.

Dimana masyarakat kota langsung mengambil hasil perkebunannya lewat petaninya.

Hal itu, merupakan inovasi yang baru untuk bisa mengenalkan hasil perkebunan secara luas dan menjangkau daerah-daerah lain.

3. Potensi Mata Air Pegunungan

Potensi desa berikutnya adalah tentang potensi mata air pegunungan. Dimana potensi mata air tersebut sangat jelas tidak ada di kota.

Para warga desa tentunya harus lebih bersyukur karena terdapat mata air yang bisa didapatkan tanpa harus membayar iuran walaupun untuk mengambilnya perlu jarak yang cukup jauh.

Baca juga : 7 Desa Dengan Spot Pemandangan yang Bikin Orang Kota Betah Liburan

Potensi desa yang masuk kategori fisik tersebut bisa dikembangkan untuk sesuatu hal yang bermanfaat.

Saat ini air tersebut memang digunakan untuk pengairan sawah, kebun, dan kebutuhan sehari-hari.

Namun, ada pula yang bekerjasama dengan masyarakat kota untuk dijadikan minuam kemasan yang dikenal dengan air mineral.

Jelas saja inovasi sangat menguntungkan untuk mereka karena bisa menjadikan sumber penghasilan yang baru dari sistem tersebut.

Air juga bisa digunakn untuk pembangkit listrik sehingga kebutuhan listrik masyarakatnya terpenuhi dengan baik dan tidak perlu membayar dengan angka yang cukup fantastis.

Sebagian desa di Indonesia sudah mengembangkan inovasi tersebut. Tetapi, ada pula yang belum karena memang belum memahami dna mengerti untuk cara pengembangnnya.

Yang jelas, mata air tersebut harus dijaga dan dipelihara karena air merupakan sumber kehidupan.

4. Peternakan

Potensi desa lainnya yang tidak ada di kota adalah peternakan. Hewan-hewan peternakan pun bisa dikembangkan dengan karena pasar yang dibidik sudah jelas serta banyak yang mencarinya, yaitu orang-orang yang berada di kota.

Baca juga : 10 Peluang Usaha Peternakan dan Pertanian di Desa, Menguntungkan !

Hewan ternak yang dimaksud seperti ternak sapi dimana dari sapi tersebut segala sesuatunya bisa dimanfaatkan mulai dari kulit, daging, tulang, hingga susu sapi itu sendiri.

Sapi ini juga pasti dibutuhkan ketika ummat Islam merayakan hari raya Idul Adha, mereka pasti akan mencari sapi yang sesuai kriteria dan memiliki kualitas terbaik.

Selain sapi, ada pula kambing yang hampir sama seperti sapi dibutuhkan ketika menjelang Idul Adha atau untuk acara lainnya.

Di desa pun banyak pula yang berternak ayam, ikan lele, mujair, hingga ternak cacing untuk pakan hewan.

Banyaknya potensi dari hewan peternakan maka ada peluang untuk mengembangkannya dari mulai memilih kandang dan pakan yang terbaik untuk hewan-hewan tersebut.

Semakin baik kualitasnya, tentu saja akan banyak pembeli dari desa maupun kota yang ingin membeli hewan-hewan ternak tersebut.

5. Potensi Cuaca dan Iklim

Potensi yang dimiliki desa berikutnya adalah cuaca dan iklim. Cuaca dan iklim di desa mayoritasnya memiliki alam yang sejuk karena masih banyak sawah perkebunan dan pohon-pohon lainnya yang menaungi desa tersebut.

Potensi desa tersebut sangat bermanfaat terutama untuk menentukan jenis pertanian atau perkebunan yang akan ditanam.

Selain menentukan apa yang akan ditanam, potensi cuaca dan iklim tersebut sangat berpotensi untuk dijadikan daya tarik wisatawan untuk datang ke desa tersebut.

Contohnya, bila desa tersebut sangat dingin dengan adanya pemandangan yang menakjubkan, maka bisa dibuatkan penginapan untuk memfasilitasi mereka yang akan datang ke desa tersebut.

Sebaliknya jika desa tersebut memiliki cuaca panas, biasanya dekat atau terdapat pantai di desanya.

Nah, dengan adanya pantai bisa dimanfaatkan dan dibenahi agar bisa menjadi Kawasan ramah wisatawan.

Dimana di desa tersebut bisa dibuatkan penginapan, rumah makan, maupun disediakan sarana untuk bisa bermain di pantai.

6. Sumber Daya Manusia

Potensi desa berikutnya cukup menarik yaitu manusia yang tinggal di desa itu sendiri.

Sumber daya manusia yang ada di desa ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kota dalam hal jasa.

Baca juga : Isi Peraturan Keuangan Desa dalam Undang-Undang Desa

Masyarakat desa biasanya memiliki mental gigih, pekerja keras, dan ingin mencoba segala sesuatu yang baru.

Terlebih jika di kota banyak infrasturktur yang akan dibangun, pasti akan memerlukan tenaga orang-orang desa untuk membangun infrastruktur tersebut.

Maka, di Indonesia sendiri terjadi sebuah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang populer disebut dengan urbanisasi.

Sumber daya manusia tersebut tidak hanya ingin pergi ke kota, mereka pun ada yang rela pergi ke luar negeri untuk bisa mengubah nasib disana.

7. Mengolah Hasil Laut

Potensi desa berikutnya adalah dari lautan, dimana terdapat para nelayan yang bisa mengolah hasil laut untuk dijadikan makanan maupun hasil kerajinan.

Tentu saja hal ini bisa dikembangkan karena masyarakat kota sangat membutuhkan hasil laut tersebut.

Tentunya untuk berlayar diperlukan keahlian khusus atau kebiasaan yang dibangun.

Masyarakat desa setempat jelas sudah terlatih akan hal tersebut sehingga tidak canggung lagi untuk menerjang badai laut.

Mereka tumbuh menjadi masyarakat yang benar-benar memiliki potensi di bidang tersebut. Sehingga ditangannya potensi alami desa tersebut bisa terjaga dengan baik.

Potensi Non Fisik

8. Gotong Royong

Potensi desa lainnya yang tidak ada di kota adalah gotong royong. Di kota sendiri bukan tidak ada, tetapi semakin hari sudah semakin memudar seiring dengan perubahan zaman.

Gotong royong ini bisa menjadikan masyarakat lebih sejahtera dan berdaya karena gotong royong berbagai masalah kehidupan bersama bisa terpecahkan dengan mudah.

Gotong royong di desa pun masih dicanangkan terutama dalam kegiatan pembangunan failitas umum, kerja bakti, ronda malah, membersihkan rumah ibadah, menolong dan menengok orang sakit, dan lain sebagainya.

Gotong royong apabila terus dipelihara, dilakukan, dan lestarikan bisa melahirkan generasi yang baik terutama yang peduli dengan lingkungannya dimanapun dan kapanpun.

9. Kesenian dan Kebudayaan

Potensi desa berikutnya yang tidak ada di kota dan bisa dikembangkan adalah potensi kesenian dan kebudayaan yang masih melekat di desa.

Di kota boleh jadi ada sanggar seni yang memfasilitasi orang-orang untuk mempelajari kesenian tersebut.

Sehingga hanya segelintir orang saja yang bisa dan tertarik untuk melestarikannya.

Sedangkan di desa kesenian dan kebudayaan tersebut biasanya turun temurun dan setiap generasi pasti merasakan belajar kesenian dan kebudayaan tersebut.

Contohnya saja kesenian dan kebudayaan yang masih melekat di desaDimulai dari upacara ngaben di Bali, Tradisi potong jari di Papua, Gigi runcing Suku Mentawai di Kalimantan, Dugderan di Semarang, dan lain sebagainya.

Tujuan kesenian dan kebudayaan yang masih melekat di Indonesia terutama di desa tersebut agar Indonesia mampu menjadi negara yang berbudaya dengan mengedepankan apa-apa yang diajarkan para leluhurnya.

10. Aparatur Desa

Potensi desa berikutnya adalah adanya aparatur desa yang menaungi jalannya pemerintahan di desa agar bisa berjalan dengan baik dan tertib.

Baca juga : Pengertian Pemerintahan Desa, Struktur dan Fungsi Perangkat Desa

Pada dasarnya, di setiap wilayah Indonesia baik kota maupun desa terdapat apparat pemerintahan yang menaungi alur adminsitratif kota maupun desa itu sendiri.

Tetapi karena desa masih mengemban tradisi gotong royong, aparatur desa beserta masyarakatnya bisa bersinergi membentuk dan menjalankan pemerintahan dengan baik dan lancar.

Sejauh ini aparatur desa bisa menjadi nahkoda yang mampu mengajak masyarakat desa berubah ke arah yang lebih baik tanpa meninggalkan budaya dan tradisi setempat.

Penutup

Seyogyanya apa-apa yang telah menjadi potensi di desa bisa dikembangkan bersama oleh masyarakat desa maupun masyarakat kota itu sendiri.

Karena kedua wilayah ini saling bergantungan satu sama lain. Andaikata dea tidak memiliki potensi yang luar biasa ini, maka masyarakat kota pun tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

Begitu pula sebaliknya, jika hanya ada desa saja tanpa ada penyaluran yang seharusnya, sister roda perekonomian tak akan berjalan. Serta sistem sosial di desa pun tidak akan pernah maju. Mereka akan menjadi masyarakat yang selalu tertutup.

Semoga bermanfaat. Potensi desa yang bisa dikembangkan

Pengertian Adat Istiadat, Jenis dan Contoh Beserta Ulasan dari Para Ahli

Berbicara tentang adat istiadata pastinya sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sikap masyarakat yang tidak bisa lepas atau diubah begitu saja.

Hal tersebut mengacu pada arti adat istiadat itu sendiri, dilansir dari beberapa sumber yaitu kebiasaan suatu masyarakat yang mengakar dan telah mendarah daging yang akhirnya dihormati masyarakat itu sendiri.

Adat istiadat setiap daerah sendiri sangat berbeda-beda tergantung kebiasaan, faktor turunan,faktor alam, dan lain sebagainya. Hingga disini kita bisa menilai pentingnya untuk bia beradptasi, menghormati, dan menerima keragaman tersebut.

Menariknya, tentang perbedaan adat istiadat ini banyak yang ingin meneliti dan juga mempelajarinya. Sehingga timbulah pengertian adat istiadat dari para ahli yang terlihat berbeda tetapi mengerucut pada definisi yang sama. Terlihat berbeda-beda,boleh jadi tergantung dari ‘’kaca mata’’ mana mereka melihat serta membahasnya.

Untuk mengetahui pengertian adat istiadat tersebut, berikut telah kami paparkan pada pembahasan di bawah ini.

Mengenal Pengertian Adat Istiadat dari Para Ahli

pengertian jenis dan pendapat tentang adat istiadat

Ada beberapa tokoh ahli yang mengungkapkan pendapatnya tentang pengertian adat istiadat. Adapun pengertian dan ulasan yang dimaksud adalah sebagai berikut;

1. Pengertian Adat Istiadat Menurut Harjito Notopura

Harjito Notopura adalah seorang penulis yang telah banyak melahirkan karya buku yang berlatar belakang tentang peran wanita, budaya, dan juga hokum

Menurut Harjito Notopura sendiri adat istiadat adalah hukum yang tidak tertulis dengan memiliki ciri pedoman hidup untuk mengatur kesejahteraan dan keadilan yang bersifat kekeluaragaan.

2. Pengertian Adat Istiadat Menurut Koen Cakraningrat

Seorang pemerhati budaya yaitu Koen Cakraningrat, mengemukakan tentang pengertian adat istiadat adalah wujud budaya yang digambarkan sebagai suatu aturan kelakukan.

Adat merupakan norma atau aturan tidak tertulis tetapi keberadaannya sangat kuat dan mengikat. Jika ada masyarakat yang melanggar aturan adat maka ada sanksi yang bisa menghukumnya.

Misalnya seperti, ada pasangan yang melakukan perzinahan maka pasangan tersebut akan mendapatkan sangsi fisik dan mental seperti yang telah di terapkan di Provinsi Aceh yang menerapkan sistem hukum cambuk bagi perzinahan.

3. Pengertian Adat Istiadat Menurut Jalaludi Tunsam

Jalaludi Tunsam adalah seorang penulis berkebangsaan Arab yang lama tinggal di Aceh. Menurutnya, pengertian adat ini berasal dari bahasa arab yaitu bentuk jamak dari ‘’adah’’ yang berarti cara atau kebiasaan. Hal itu tertuang dalam tulisannya pada tahun 1660.

Adapun secara lengkapnya beliau menuturkan bahwa adat adalah gagasan budaya dengan kandungan nilai budaya, norma, hukum yang sudah lazim dilakukan pada suatu daerah.

Jika adat dilanggar maka akan ada sangsi yang diberikan baik tertulis dan tidak tertulis pada pelaku pelanggan tersebut.

4. Pengertian Adat Istiadat Menurut Soekanto

Soerjono Soekanto adalah seorang Lektor kepala Sosiologi dan hukum adat di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Beliau pun seorang penulis yang menghasilkan buku berjudul Hukum Adat Indonesia.

Menurutnya, adat istiadat ini memiliki pengaruh dan ikatan yang kuat dalam masyarakat. Kekuatan tersebut begitu mengikat tergantung pada masyarakat yang mendukung adat istiadat tersebut.

5. Pengertian Adat Istiadat Menurut Raden Soepomo

Hampir serupa dengan pendapatnya Harjito Notopura, Raden Soepomo mengungkapkan tentang pengertian adat istiadat, bahwa hukum adat merupakan sinonim dari hukum tidak tertulis yang terdapat dalam peraturan legislatif.

Hukum hidup sebagai konvensi di badan hukum negara dan hidup sebagai peraturan kebiasaan pada kehidupan kota maupun desa.

6. Pengertian Adat Istiadat Menurut Syah ‘’Dalam Nurlin Ibarahim, 2009;5’’

Syah Menuturkan bahwa adat adalah ketentuan dari leluhur dan ditaati secara turun temurun. Merupakan tradisi yang mengatur masyrakat produk asli Indonesia yang bisa dirasakan oleh anggota-anggotanya dengan mengikat.

Sebagai kaidah-kaidah sosial yang dianggap sakral, maka pelakasanaan adat ini sebaiknya dilaksanakan berdasarkan norma-norma adat yang berlaku di setiap daerah tanpa memperhatikan adanya stratifikasi dalam kehidupan masyarakat.

7. Pengertian Adat Istiadat Menurut M. Nasroen

Adat istiadat merupakan suatu sistem pandangan hidup yang kekal, segar serta aktual berdasarkan pada ;

  • Kemakmuran yang merata.
  • Menyesuaikan diri dengan kenyataan.
  • Segala sesuatunya berguna menurut tempat, waktu dan keadaan.
  • Pertimbangan pertentangan yakni pertentangan dihadapi secara nyata dengan mufakat berdasarkan alur dan kepatutan.
  • Ketentuan-ketentuan yang terdapat pada alam yang nyata dan juga pada nilai positif, teladan baik serta keadaan yang berkembang.
  • Meletakan sesuatu pada tempatnya dan menempuh jalan tengah.
  • Kebersamaan dalam arti, seseorang untuk kepentingan bersama dan kepentingan bersama untuk seseorang.

8. Pengertian Adat Istiadata Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dalam Kamus besar bahasa Indonesia, adat adalah aturan yang lazim diikuti atau dilakukan sejak dahulu kala, cara yang sudah menjadi kebiasaan, wujud gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai budaya, norma, hukum, dan aturan yang berkaitan satu sama lainnya.

Karena berkaitan tersebut maka membentuk sebuah sistem sehingga terbentuklah istilah adat ke dalam bahasa Indonesia yang menjadi kebiasaan. Dengan kata lain, hukum adata bisa disejajarkan dengan hukum kebiasaan.

Mengenal Macam-macam Adat

pengertian adat itiadat

Setelah kita mengetahui tentang pengertian adat istiadat para ahli, maka kita pun perlu tahu tentang macam-macam adat yang ada, seperti di bawah ini;

1. Adat yang Teradat

Adalah aturan yang terbentuk berdasarkan musyawarah. Karena itu, setiap kelompok masyarakatnya memiliki tata cara dan aturan yang berbeda dengan kelompok masyarakat lainnya.

Dengan melakukan musyawarah ini, secara tidak langsung juga bisa menampung aspirasi dari masyarakat sekiatr sehingga ketika menjalankan keputusan akan diterima dengan lapang dada dan dilaksanakan dengan sebaik mungkin.

2. Adat yang Diadatkan

Merupakan sebuah ketentuan yang berlaku di dalam masyarakat. Ketentuan tersebut dikoordinasikan oleh Datuk Nan Duo atau pemimpin di daerah tersebut sesuai dengan sifat benda-benda di alam.

Fungsinya untuk mengatur kehidupan masyarakat dalam bidang ekonomi, kedisplinan, dan sosial budaya.

3. Adat yang Tak Lekang oleh Panas, Tak Lapuk oleh Hujan, Dipindah tidak Layu, Dibasuh Habis Air.

Membaca jenis adat di atas, boleh jadi Anda akan terpikirkan dengan sebuah paribahasa.

Namun nyatanya tulisan di atas termasuk kedalam salah satu macam adat yang memiliki arti bahwa semua ketetapan yang ada di alami ini memiliki sifat-sifat yang tidak akan berubah.

Seperti, hutan gundul bisa menjadi penyebab banjir, berbuat jahat pasti akan mendapatkan hukuman, dan berbuat baik pasti akan membuahkan hasil yang baik dan juga kebahagian, serta contoh lainnya yang masih banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

4. Adat Istiadat adalah Kebiasaan atau Kegemaran Masyarakat Setempat.

Di setiap daerah yang kita temui atau daerah tempat tinggal kita sendiri pasti memiliki ada istiadat seperti kebiasaan atau menyukai pesta, gemar untuk melakukan kesenian, gemar untuk membuat hiburan atau untuk dihibur, gemar berpakaian dengan mode atau warna yang beragam, serta gemar berolaharga ekstrim ataupun non ekstrim untuk kesehatan tubuhnya, dan lain sebagainya.

Biasanya jenis adat ini dispesifikasikan untuk masyarakat yang tinggal di perkotaan atau yang sudah bergaya modern.

Mengenal Contoh Adat Istiadat Tertulis

Tidak lengkap rasanya bila kita sudah mengenal pengertian dari adat istiadat, namun tidak mengetahui contoh nyatanya.

Seperti pada pembahasan berikut ini akan dikenalkan tentang contoh adat istiadat tertulis yang boleh jadi telah kita ketahui sebelumnya, namun tidak tahu maknanya.

Adapun contoh Adat Istiadat Tertulis adalah sebagai berikut;

  1. Peraturan persekutuan Hukum Adat yang Tertulis, seperti Penataran desa, agama, peraturan Subak di Bali yang dikenal dengan nama awig-awig.
  2. Piagam-Piagam Raja berupa surat pengesahan raja dan juga kepala adat. Di zaman modern ini pun contoh adat istiadat tertulis dilakukan oleh pemimpin daerah tingkat Gubernur hingga RT serta bisa juga ditemui di sekolah-sekolah.
  3. Namun biasanya tidak terlalu ketat dan disesuaikan dengan budaya masing-masing daerah.

Mengenal Contoh Adat Istiadat yang Tidak Tertulis

Adat istiadat selain dituangkan dalam tulisan ada pula yang mengenalnya secara tidak tertulis, seperti contoh berikut ini;

  • Acara Sesajen yang sering dilakukan masyarakat Jawa
  • Upacara Ngaben, Upacara Melasti, dan lain sebagainya yang dilakukan oleh masyarakat Bali
  • Upacara selamatan yang menandai tahapan hidup seseorang yang sering dilakukan oleh masyarakat di daerah Sunda.
  • Pesta Batu Bakar untuk acara kelahiran, kemenangan perang, dan kesenangan lainnya yang dilakukan oleh masyarakat Papua.
  • Ammateang, Upacara kematian yang dilakukan oleh masyarakat Bugis.
  • Maccera Tasi, Upacara penyembelihan kerbau, kambing, sapi, dimana kepalanya dibuang kelaut agar hasil laut bisa melimpah. Hal ini biasa dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di Kalimantan.
  • Nganggung, sebuah tradisi membuawa makan ke masjid untuk memperingati Isra Miraj.
  • Ngobeng, sebuah tradisi untuk menjamu tamu dengan dibuatkan gulai, opor, dan masakan khas lainnya oleh masyarakat Sumatera Selatan.

Pada umumnya adat istiadat suatu daerah dengan yang lainnya berbeda. Hal ini dilatarbelakangi dengan agama, norma, tradisi, kepercayaan, dan pandangan hidup masyarakat setempat.

Seperti di daerah Sumatera Utara, adat istiadat yang berlaku adalah anak laki-laki adalah ahli waris keluarga sehingga anggota keluarga mereka sangat berharap untuk memiliki anak laki-laki.

Sedangkan di Sumatera Barat, walaupun masih satu pulau, anak perempuanlah yang berhak menjadi ahli waris. Maka dari itu, anak perempuan di Sumatera Barat sangatlah diharapkan.

Tentunya di daerah lain pun masih banyak perbedaan lain dimana harus saling mengerti dan menghormati satu sama lainnya.

Penutup

Pada dasarnya, adat istiadat diciptakan untuk bisa membuat masyarakat menjadi teratur dan tidak berbuat seenaknya.

Seiring dengan berkembangnya zaman modern dan pengaruh luar mewarnai kebiasaan tersebut, sangat sedikit sekali atau bahkan sudah berkurang tradisi tersebut dilakukan.

Perubahan tersebut ada yang mengarah kepada hal yang baik, dimana masyarakatnya meninggalkan adat istiadat yang bertentangan dengan nilai ajaran agama.

Namun ada pula yang mengarah pada hal yang negatif. Sehingga terjadinya degradasi moral pada masyarakat yang hidup atau tinggal di zaman modern ini.

Contoh nyata yang bisa ditemui tentang degradasi moral tersebut seperti berani melawan orang tua, melaukan perzinahan di tempat-tempat umum, mulai masuknya budaya asing yang sebenarnya tidak sesuai dengan budaya negeri sendiri.

Memang tidak semua adat istiadat dipertahankan, pasti akan perubahan seiring dengan perubahan zaman.

Namun, alangkah baiknya untuk bisa memilih dan memilah adat istiadat yang masih baik dan tidak bertentangan dengan agama. Karena pada dasarnya adat istiadata dibentuk untuk hal-hal yang baik seperti yang telah diungkapkan oleh para ahli.

Semoga bermanfaat.

10 Jenis Kue Kering Lebaran yang Bisa Anda Hidangkan Saat Hari Raya

Tak Afdol rasanya bila Hari Raya Idul tidak dilengkapi dengan hidangan kue kering yang khas di hari raya tersebut.

Ya, kue kering adalah menu wajib setelah opor ayam untuk melengkapi kegiatan silahturahmi.

Kue kering ini ada yang membuatnya sendiri dengan resep turun temurun atau ada pula yang membelinya ke Toko-toko kue langganan.

Nah jika Anda berniat untuk membeli atau membuat kue kering khas lebaran tersebut. Berikut akan kami berikan ulasannya tentang 10 Jenis Kue Kering Lebaran yang Bisa Anda Hidangkan Saat Hari Raya Tiba.

Apa saja nama-nama kue kering tersebut? Ini dia ulasannya!

1. Kue Putri Salju

Kue salju saat lebaran

Kue putri salju merupakan salah satu kue kering yang wajib ada saat Hari raya. Bentuk dri kue putri salju ini beragam namun pada umumnya dibuat dengan bentuk bulan sabit. Disebut dengan nama putri salju karena memiliki taburan gula halus mirip dengan salju.

Baca juga : 10 Tips Mudik ke Kampung Halaman Agar Selamat Sampai Tujuan

Karena itulah, kue ini menjadi favorit anak-anak dimana mereka lebih sering mencicipi gula halus tersebut dibandingkan kuenya. Ketika mencicipi dan mengigit kue tersebut ada sensasi rasa dingin yang memuat asal mula kue tersebut diberinama kue putri salju.

Pada dasarnya kue putri salju ini dibuat dengan bahan dasar yang terdiri dari tepung terigu, tepung maizena, mentega, dan kuning telur.

Untuk menghasilkan kue putri salju yang enak, Anda harus memperhatikan komposisi dari semua bahan dari resep yang telah ada.

2. Kue Kering Nastar

jenis kue kering nastar

Kue kering nastar termasuk ke dalam kue kering yang begitu populer dan wajib ada di hari raya Idul fitri.

Nastar sendiri berasal dari Belanda yaitu “ananas” dan “taart”. Bahan dasar nastar sendiri mudah didapatkan seperti adonan tepung terigu, mentega, nanas dan telur.

Kue nastar ini walaupun disebut kue kering tetap saja memiliki cita rasa yang legit ketika digigit dan juga renyah.

Dulu, kue nastar ini merupakan kue kebanggan para bangsawan untuk hari-hari besar di zaman tersebut. Namun, seiring dengan berjalannya waktu kue tersebut pun bisa dibuat dan dicicipi oleh rakyat biasa.

Sekarang ini, kue nastar tidak hanya disajikan saat lebaran, tetapi saat natal dan imlek, kue nastar tersebut bisa ditemukan.

Karena mereka percaya bahwa warna kuning keemas an dan rasa manis serta lembut tersebut melambangkan rezeki yang berkah dan melimpah.

Meski isian selai dalam kue nastar dan bentuknya saat ini semakin bervariasi, namun tetap saja kue nastar original dengan isian selai nanas selalu jadi andalan dan jadi favorit banyak orang.

Bentuk dari nastar sendiri bermacam-macam ada yang dibuat bulat, persegi panjang, dan berbagai macam bentuk lainnya. 

Namun yang pasti,  kue kering nastar ini memiliki ciri khas menggunakan cengkeh atau kismis di bagian luar kue sebagai pemanis sedangkan di bagian dalam menggunakan selai nanas.

3. Kue Kastengel

jenis kue kering kastengel

Kastengel atau dikenal pula dengan nama kue kering keju. Kastengel ini berasal dari bahasa Belanda yang berasal dari kaas yaitu keju dan stengel yang berarti batang.

Karena itulah bentuk dari kastengel ini memiliki ukuran persegi panjang 3-4cm dengan lebar 1 cm. 

Kue kering asli dari Belanda karena pertama kali dibuat oleh Nyonya Belanda dan dihidangkan saat ada acara istimewa serta disajikan untuk orang-orang kaya dan ternama. Berbahan dasar keju karena memang di Belanda sendiri keju sangatlah mudah didapatkan.

Selain itu, ciri khas lain yang menghiasi kue tersebut adalah terdapat parutan keju yang menghiasi permukaan Kastengel. 

Jenis keju yang biasanya digunakan adalah keju Gouda, edam, cheddar, serta parmesan yang memiliki aroma harum.

Kue kastengel di Belanda sendiri memiliki ukuran yang cukup besar dan Panjang yaitu 30 cm. Hal tersebut dikarenakan oven yang ada di Belanda memang besar dan memiliki fasilitas yang lebih lengkap untuk membuatnya.

4. Kue Kering Semprit

Jenis kue kering semprit

Kue kering semprit merupakan kue kering  zaman dahulu yang sampai hari ini keberadaannya masih ada dan menjadi kue kering legendaris di zaman sekarang.

Kue semprit sangat cantik karena berbentuk bunga mawar kemudian dibuat dengan cara disemprotkan menggunakan alat. Setelah berbentuk, di atas adonan ditaruh potongan kismis atau selai.

Rasa dari kue ini beranekaragam seperti semprit coklat, semprit keju, dan semprit sagu. 

Kue semprit ini ternyatamemiliki nama asli Spritz yang berasal dari Bahasa Jerman dan dikenal dengan nama ‘’Spritzen’’ yang memiliki arti untuk dimuncratkan.

Tentu saja diberinama seperti itu karena sesuai dengan bentuk kue yang mengikuti muncratan dari alat pembuat kue tersebut. Karena itu, kue semprit selain berbentuk S ada pula yang berbentuk O.

Warga Jerman sendiri, membuat kue tersebut untuk dhidangkan saat natal atau tahun baru.

5. Kue Kering Lidah Kucing

jenis kue jering lidah kucing

Kue kering berikutnya yang wajib ada ketika hari raya tiba adalah kue kering lidah kucing.

Disebut dengan lidah kucing karena memang bentuk nya panjang dan tipis mirip dengan lidah kucing. 

Namun ternyata nama kue ini berasal dari Belanda yang disebut dengan Katte Tong. Dan kemudian ketika orang Pribumi menyukai dan membuat kue tersebut bernama kue lidah kucing. 

Tentunya kue ini wajib ada di meja rumah Anda karena memiliki cita rasa gurih, manis, dan juga renyah.

6. Kue Kacang

jenis kue kering kacang lembut

Kue kacang adalah salah satu jenis kue kering yang terbuat dari kacang pilihan. Karena bahannya yang mudah didapatkan kue kacang ini gampang dibuat dan menjadi hidangan kue wajib saat hari raya. 

Kue kacang adalah jenis kue kering yang berbahan dasar kacang. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari bulat, hati, atau bulan sabit.

Karena bahan dasarnya, aroma dan rasa kue jenis ini memang “kacang” sekali. Cara membuatnya pun sederhana dan mudah. Sangat cocok untuk melengkapi jenis cemilan pada hari raya Lebaran.

Jika Anda menginginkan membuat kue kacang tersebut, maka dari sekarang siapkanlah tepung terigu, kacang tanah kupas yang sudah di blender, tepung maizena, gula halus putih,dan kuning telur.

7. Kue Kering CornFlakes

kue kering Corn Flakes

Kue kering berikutnya yang wajib ada saat lebaran adalah cornflakes. Kue kering ini memang bukan kue kering legendaris tetapi termasuk kue kering kekinian yang ada dan terbuat dari sereal.

Jelas, kue kering ini merupakan kue yang sangat inovatif dimana sereal bisa dihidangkan dengan cara yang lain.

Selain disukai oleh orang dewasa, kue kering corn flakes ini disukai oleh anak-anak.

Bahan yang perlu disiapkan untuk kue kering cornflakes ini juga cukup mudah didapatkan seperti, seral rasa jagung yang bisa didapatkan di supermarket atau mini market, terigu, gula putih, dan juga telur.

Bentuk dari kue kering corn flakes ini adalah bulat dimana serealnya ditaruh di bagian atas atau mengelilingi kue tersebut.

Rasa renyah, gurih, dan manis pun bisa Anda rasakan dalam gigitan pertamanya.

Jika Anda tidak sempat membuat dan menyiapkan bahan-bahan kue kering cornflakes tersebut, maka bisa membelinya lewat toko kue online atau offline.

8. Cheese Stick Bawang

kue kering cheese stick

Selain kue kering yang memiliki rasa manis, pastinya kue kering asin dan gurih pun wajib menghiasi meja ruang tamu Anda saat Hari Raya.

Kue kering yang memiliki rasa asin gurih yang wajib ada ketika lebaran adalah cheese stick bawang.

Cheese stick bawang ini termasuk kue kering legendaris yang memang asli dari Indonesia. Dimana kue ini ‘’diciptakan’’ pertama kali pada tahun 1974 oleh seorang ibu rumah tangga.

Sedangkan cheese stick bawang ini sendiri mulai booming di seluruh Indonesia pada tahun 1998 oleh Ibu Sri Murwati yang membuat cemilan tersebut untuk suaminya dan disukai oleh banyak orang.

Karena banyak yang menyukainya, cheese stick bawang tersebut dikembangkan dalam skala besar dengan menitipkan cheese stik bawang di supermarket dan juga warung-warung kecil.

Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan untuk membuat cheese stick bawang adalah sebagai berikut ;

  • Tepung terigu
  • Tepung maizena
  • Tepung sagu yang sudah diayak
  • Mentega
  • Keju parmesan parut atau keju cheedar
  • Telur ayam
  • Air mineral
  • Kaldu ayam
  • Baling powder
  • Garam

Setelah Anda membeli semua bahan tersebut langkah berikutnya tentu saja mencampur bahan-bahan tersebut sesuai dengan takaran yang Anda temukan di buku resep, resep turun-temurun, atau lewat resep yang didapat online.

9. Kue Kering Aneka Kacang-Kacangan

kue kering kacang-kacangan

Berikutnya kue kering yang wajib dihidangkan saat hari raya adalah aneka kacang-kacangan.

Kacang-kacangan yang dimaksud adalah kacang goreng, kacang telur, kacang polong, kacang mede, kacang thailand, kacang almond, dan lain sebagainya.

Kacang ini mudah didapakan dan tidak perlu dicampur dengan menggunakan terigu atau bahan lainnya.

Sehingga bisa dikatakan sebagai kue kering praktis yang mudah didapatkan. Untuk kacang goreng sendiri, Anda bisa membeli mentahnya dan digoreng langsung di rumah.

Namun, jika tidak ada waktu untuk menggorengnya bisa membeli secara online maupun offline.

Kacang ini merupakan makanan alami yang memang memiliki kandungan gizi terbaik untuk tubuh Anda.

Biasanya, kacang goreng dan kacang lainnya sangat pas dan enak disantap dengan opor ayam, ketan hitam, dan makanan lainnya yang ada ketika Hari Raya.

10. Kue Khong Guan

jenis kue kering kong guan

Kue kering berikutnya yang sangat legendaris adalah kue khong Ghuan. Kue ini tetap bisa eksis ditengah banyaknya kue-kue kering masa kini yang bentuknya lebih menarik dan rasa lebih enak.

Selain dihidangkan saat hari raya, kue khong guan pun dijadikan parcel untuk dibagikan kepada orang-orang bersamaan dengan THR.

Menariknya, khong guan ini memiliki kue yang khas dan tempat kue kaleng khas yang begitu legendaris serta mampu bertahan di zaman modern seperti sekarang.

Kue khong guan ini tidak hanya ada satu jenis, melainkan beberapa jenis dimana kue yang sangat khasnya adalah biskuit yang menggunakan cream gula.

Nah, karena hal-hal itulah kue khong guan tersebut wajib ada dan dihidangkan saat Hari Raya.

Penutup

Nah, itulah dia 10 jenis kue kering lebaran yang bisa Anda hidangkan saat hari raya tiba.

Dari ke 10 jenis kue di atas manakah kue yang menjadi favorit Anda?

Tentunya buatlah kue yang sesuai dengan favorit Anda agar bisa dimakan dan tidak mubazir.

Semoga bermanfaat.

10 Tips Mudik ke Kampung Halaman Agar Selamat Sampai Tujuan

Setelah memasuki pekan ketiga Bulan Ramadhan, biasanya para penduduk di Indonesia sudah bersiap-siap untuk mudik ke kampung halaman. Tradisi mudik ini tentu sangat berkaitan dengan hari raya Idul fitri dimana orang-orang ingin merayakannya bersama keluarga tercinta.

Tradisi mudik di Indonesia sendiri begitu kental, baik kendaraan jalur udara, darat, dan laut semuanya dipadati oleh para pemudik dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Karena itu, tiak heran bila pelayanan jasa transportasi tersebut sudah membuka penjualan tiket tiga bulan sebelum musim mudik itu tiba.

Walaupun sudah dipermudah dengan armada jalur udara, tetap saja jalur darat masih sangat tinggi peminatnya. Dimana orang-orang lebih memilih menggunakan motor, mobil, bus, dan kereta.

Alasan lain menggunakan jalur darat karena memang ada beberapa daerah di Indonesia belum atau tiak terjamah jalur udara dan laut.

Namun, apapun pilihan jalurnya Anda tetap harus berhati-hati ketika mudik. Karena selama ini banyak terjadinya kecelakaan ketika mudik tiba.

Nah, agar mudik ke kampung halaman ini berjalan dengan baik serta selamat sampai tujuan, berikut akan dipaparkan tentang 10 tips mudik ke kampung halaman agar selamat.

1. Service Kendaraan yang Digunakan untuk Mudik

Tips mudik anam ke kampung halaman

Jika Anda akan mudik dengan menggunakan kendaraan motor atau mobil jangan lupa untuk mengservicenya terlebih dahulu. Karena kondisi dari kendaraan itu sendiri mempengaruhi tingkat keselamatan Anda untuk mudik.

Jika Anda menggunakan mobil, cobalah eriksa bagian roda, air bag, oli, rem, dan juga mesin. Sedangkan untuk motor periksalah bagian ban, rem, dan kondisi mesin itu sendiri.

Untuk mudik dengan menggunakan motor, sebaiknya jangan terlalu banyak membawa barang dan juga muatan agar keseimbangan bisa tetap terkontrol serta tetap penuhi rambu-rambu lalu lintas salah satunya dengan mengenakan helm.

Untuk yang mengunakan mobil, sebaiknya di bagian bagasi siapkan ban cadangan, dongkrak, kunci-kunci, dan keperluan lainnya sebagai penunjang keselamatan.

Dengan melakukan service sebelum mudik, maka Anda telah peduli untuk keselamatan dan kelancaran mudik.

Jangan lupa berdoa, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk diberikan keselamatan dalam perjalanan.

2. Mengatur Jadwal keberangkatan Mudik

Seperti yang diketahui bersama, ketika musim mudik tiba kondisi jalan sangatlah padat oleh para pemudik lainnya.

Jika sudah terjebak macet, maka kondisi tersebut akan mempengaruhi mood kita selama diperjalanan.

Selain hal itu, terjebak terlalu lama dalam macet pun tidak baik karena akan berpengaruh terhadap kondisi dari mobil itu sendiri.

Oleh karena itu, agar tidak terjebak macet, Anda perlu mengatur strategi jadwal keberangkatan mudik yang tepat demi keselamatan jiwa Anda dan keluarga dan juga kondisi mobil itu sendiri.

Jadwal mudik yang tepat bisa dilakukan satu atau dua minggu sebelum mudik. Namun jika tidak memungkinkan Anda bisa mudik saat dini hari atau saat malam takbiran dikarenakan jam-jam tersebut biasanya jauh dari kemacetan.

Begitu juga ketika akan melakukan arus balik alias pulang ke tempat asal, pilihlah waktu yang tepat dan jauh dari kemacetan.

3. Aktifkan GPS atau Bawa Peta

Bagi Anda yang tidak terlalu hafal jalan karena sebelumnya sering mudik menggunakan transportasi umum, maka sangat disarankan untuk membawa peta atau mengunduh aplikasi map di smartphone Anda.

Setelah mengunduh aplikasinya, Anda tetap harus mengaktifkan GPS agar bisa mencari jalan-jalan alternatif untuk menghindari kemacetan.

Biasanya jika suatu jalan macet akan terlihat tanda atau garis merah pada aplikasi tersebut. Namun, aplikasi map tersebut akan sigap mencarikan jalan alternatif lain yang bisa Anda tempuh.

Karena aplikasi tersebut ada dalam smartphone, maka Anda harus memastikan kondisi baterai smartphone penuh.

Maka dari itu, jangan lupa untuk membawa charger ataupun power bank agar baterai smartphone bisa terisi full kembali.

Alternatif lain bila smartphone mati total dna tidak bisa dicharger adalah dengan menggunakan peta. Peta ini memang tidak bisa menunjukkan jalan macet atau tidak tetapi bisa menjadi petunjuk yang berharga ketika Anda salah jalan.

4. Patuhi Lalu Lintas

Walaupun sedang mudik, Anda tetap harus mematuhi peraturan lalu lintas. Dengan mematuhinya, maka Anda sedang mempersiapkan keselamatan ketika mudik.

Adapun langkah-langkah untuk mematuhi aturan lalu lintas ketika berkendaraan adalah sebagai berikut;

  • Periksa kelengkapan surat-surat, baik SIM ataupun STNK.
  • Jika menggunakan motor jangan lupa menggunakan helm berstandar SNI. Selain itu, jangan membawa muatan lebih dari dua orang kecuali Anda membawa anak kecil maksimal tiga orang.
  • Lihat rambu-rambu yang ada di jalan, baik itu lampu merah, tanda parker, tanda belok, dan lain sebagainya.
  • Nyalakan selalu lampu motor
  • Jangan mengebut atau selao kiri dan kanan
  • Tidak menerobos plang kereta api

Nah, jika Anda bisa mematuhi peraturan di atas, setidaknya Anda sudah mempersiapkan mudik yang selamat.

Boleh jadi Anda sudah tidak sabra untuk bertemu keluarga. Tetapi keluarga pun ingin melihat Anda dalam kondisi sehat. Maka dari itu selalu waspada dan patuhi peraturan lalu lintas.

5. Istirahat Ketika Mulai Terasa Lelah

Jika Anda sudah merasa lelah, jangan paksakan untuk meneruskan perjalanan. Karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap keselamatan Anda di perjalanan.

Ketika mata sudah mulai mengantuk, sebaiknya segera mencari rest area atau tempat penginapan terdekat untuk beristirahat terlebih dahulu.

Ketika Anda sudah menemukan tempat istirahat tersebut, gunakan waktu untuk tidur agar tubuh Anda kembali fit.

Jangan khawatir untuk tidak menemukan tempat penginapan atau beristirahat sementara. Karena di Indonesia sendiri, terutama di jalan utama yang dilalui pemudik selalu terdapat tenda-tenda tempat istirahat yang dilengkapi dengan fasilitas tukang pijat.

Istirahat ini juga diperlukan ketika jalanan sudah tidak kondusif karena faktor cuaca, seperti hujan atau terjadi hal lainnya.

Daripada membuang energi dengan percuma lebih baik Anda memutuskan untuk beristirahat. Gunakan energi tersebut melakukan perjalanan kembali di keesokan harinya.

6. Usahakan ada Supir Cadangan yang Menemani

Tips berikutnya agar selamat sampai tujuan ketika mudik yang perlu dilakukan adalah ditemani oleh supir cadangan.

Supir disini bisa termasuk keluarga yang memang bisa menyetir atau menyewa seorang supir untuk ikut bersama dalam perjalanan mudik Anda.

Dengan adanya back up supir ini, bisa membantu Anda untuk memperlancar perjalanan mudik. Sehingga perjalanan un akan terasa cepat dan tidak perlu banyak berhenti dalam waktu yang cukup lama.

Tips ini bisa Anda lakukkan ketika memang melakukan perjalanan yang cukup berjauh hingga berhari-hari.

Sebaiknya pilihlah supir cadangan yang memang mengetahui jalan dan mengerti akan mesin mobil itu sendiri. Sehingga mempermudah Anda dalam melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

7. Siapkan Kunci Cadangan Kendaraan

Jangan lupa untuk menyiapkan kunci cadangan kendaraan motor atau mobil. Kita tidak akan pernah tahu kejadian apa saja yang nanti ditemui atau dirasakan di jalan.

Termasuk soal kunci kendaraan yang hilang , jatuh, dan tertinggal di suatu tempat yang Anda lupa menyimpannya.

Kunci cadangan ini sebaiknya dititipkan kepada orang yang Anda percaya dan tidak pelupa. Bisa pasangan, orang tua, atau saudara yang Anda percaya.

Tentunya bila hal tersebut telah dipersiapkan, maka Anda telah mengantisipasi waktu perjalanan yang akan ditempuh serta menghindari batalnya rencana Anda untuk mudik.

8. Bawa Persediaan Makanan dan Minum yang Cukup

Baik mudik menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, Anda harus tetap memperhatikan persediaan makanan dan minuman.

Memang, di saat musim mudik tiba banyak orang yang menjual makanan baik di tempat rest area maupun tempat istirahat lainnya.

Tetapi harus diperhatikan pula tentang kebersihan dan juga harga yang dibanderolnya biasanya memang cukup mahal.

Namun, tujuan membawa perbekalan yang cukup ini sebagai antispiasi ketika memang Anda terjebak macet, ada persediaan makanan dan minuman yang bisa membangkitkan kembali energi yang terkuras.

Terlebih jika Anda membawa anak-anak kecil untuk mudik, sangat wajib membawa makanan dan minuman untuk mereka agar suasana kondusif dan mereka pun tidak rewel dalam perjalanan.

Setidaknya persediaan makanan tersebut juga bisa membuat Anda menjadi fit dan menghilangkan kantuk apabila dikonsumsinya tidak berlebihan.

9. Tidak Berlebihan Membawa Barang Berharga

Ketika Anda mudik, sebaiknya tidak berlebihan membawa barang berharga. Barang berharga yang dimaksud bisa berupa uang tunai, perhiasan, dan surat berharga lainnya.

Jangan berlebihan dikarenakan faktor keamanan di perjalanan yang pastinya kita tidak ketahui bagaimana kondisi maupun situasinya.

Sekalipun Anda menggunakan kendaraan pribadi, hal ini harus diperhitungkan dan diperhatikan.

Untuk membawa uang tunai sendiri sebaiknya bawalah secukupnya dan seperlunya. Perhitungkan pula apakah di tempat mudik Anda sudah tersedia mesin ATM atau belum.

Tentunya jika belum ada ATM, Anda bisa menganggarkan keuangan selama perjalanan mudik tersebut. Termasuk uang tunai untuk keperluan ke toilet maupun untuk uang parkir.

Agar barang berharga Anda tetap aman, sebelum perjalanan bisa dititipkan di bank atau gunakan brankas khusus yang disimpan di rumah.

10. Mudik Menggunakan Transportasi Umum

Jika dirasa tidak memungkinkan untuk menggunakan kendaraan pribadi, Anda pun bisa menggunakan kendaraan umum untuk bisa mudik dengan selamat sampai tujuan.

Pastinya, pilihan kendaraan umum ini akan meningkat seiring dengan banyaknya orang mudik ke kampung halaman.

Namun, Anda masih bsia membuat mudik menjadi nyaman dan juga aman apabila memilih Transportasi umum yang tepat dan sesuai.

Anda bisa memilih transportasi umum kereta dimana saat ini pelayanannya sudah semakin baik. Pilihan kereta ini tentunya bisa dipilih ketika mudik Anda masih dalam satu pulau.

Kereta ini juga sudah nyaman dan aman akrena memiliki tingkat kelas yang berbeda-beda sesuai dengan budget yang Anda miliki.

Selain kereta, bisa pula menggunakan pesawat jika tujuan mudik Anda ke luar pulau. Tentunya pesawat ini menjadi pilihan yang tepat ketika karena aman dan jugan cepat.

Ada pula bus yang bisa Anda pilih untuk mudik, hanya untuk pilihlah yang memang dirasa nyaman dan tidak terlalu ngebut ketika diperjalanan.

Nah, jika Anda ingin menggunakan transportasi umum, maka yang harus diperhatikan adalah pemesanan tiketnya yang harus dilakukan sebelum kehabisan.

Penutup

Bagaimana. Sudah puas dengan tips yang dituliskan di atas. Semoga Anda bisa mudik dengan aman dan nyaman agar selamat sampai tujuan.

5 Bentuk Pemberdayaan Masyarakat Desa yang Revolusioner

Desa seringkali diidentikan dengan daerah tertingal baik dari infrastruktur maupun sumber daya manusianya. Padahal, potensi sumber daya alam di desa begitu berlimpah dan diperlukan sumber daya alam yang mumpuni agar bisa dioptimalkan dengan baik.

Bukan mereka tidak mampu, tetapi seringkali pengetahuan yang terbatas menjadikan mereka tidak mampu mengolah kekayaan alam di sekitar menjadi optimal dan juga menyejahterakan masyarakat.

Dari sinilah muncul Lembaga-lembaga sosial masyarakat bahakan pemerintah itu sendiri membuat sebuah program pemberdayaan masyarakat desa yang bersifat revolusioner.

Program pemberdayaan tersebut diharapkan mampu membina mereka untuk bisa bersaing di era gobal ini. Lalu apa saja bentuk pemberdayaan masyarakat desa yang revolusioner tersebut? Berikut pemaparannya!

1. Program Pemberdayaan Masyarakat Desa di Bidang Ekonomi

Program pemberdayaan masyarakat

Program pemberdayaan masyarakat desa di bidang ekonomi termasuk kedalam program yang sangat penting. Tujuannya untuk membuat masyarakat desa mandiri dan juga sejahtera.

Baca juga : Isi Peraturan Keuangan Desa dalam Undang-Undang Desa

Banyaknya potensi alam yang dimiliki jika diolah dengan baik akan bisa menyehaterakan masyarakat desa setempat.

Karena itu pemerintah pusat membuat sebuah program pemberdayaan masyarakat salah satunya di bidang ekonomi. Adapun program tersebut mencakup;

• Pemberdayaan UMKM

Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM ini tergantung dari potensi yang ada di daerah tersebut.

Contohnya saja, di Kota Cirebon dikenal dengan produk-produk batik, maka warga setempat bisa mengoptimalkan hal tersebut untuk kesejahteraan bersama.

Baca juga : 10 Peluang usaha Menguntungkan yang Cocok di Desa Terpencil

Atau di kota Garut yang banyak warga menjual kerajinan sehingga bisa dijadikan untuk UMKM.

Peran pemerintah adalah memberikan subsidi bunga kepada pelaku usaha ini. Kemudian ada satu hal lagi yang dimunculkan oleh Kementerian Keuangan yaitu usaha mikro. Jadi ini diberikan kepada masyarakat kelompok pelaku usaha yang lebih mikro, ultra mikro.

• BUMDes

BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki desa melalui penyertaan modal langsung yang berasal dari kekayaan desa.

Baca juga : Perbedaan BUMDes dan Koperasi, Cara Mendirikan, Fungsi, Tujuan

Lembaga ini digadang-gadang sebagai kekuatan yang akan bisa mendorong terciptanya peningkatan kesejahteraan dengan cara menciptakan produktivitas ekonomi bagi desa dengan berdasar pada ragam potensi yang dimiliki desa.

Di Jawa Barat contohnya, BUMDes ini bisa disinkronasikan dengan desa digital. Dimana potensi BUMDes bisa dilihat dari akun desa digital juga tersebut kemudian.

Yang nantinya produk-produk BUMDes tersebut dibagi menjadi tiga zona, yakni Zona Merah bagi desa yang tidak memiliki perusahaan (BUMDes), Zona Kuning untuk desa yang sedang memproses ataupun mengembangkan BUMDes-nya, serta Zona Hijau bagi desa yang telah memiliki BUMDes dan sudah beroperasi.

Dari zona inilah pemerintah daerah maupun pusat pun bekerja, terutama dalam hal pemberian modal pada masing-masing daerah tersebut.

Selain dua hal di atas terdapat pula pelatihan workshop, pemberian modal, bantuan alat produksi, peningkatan saran dan prasarana, dan lain sebagainya.

Goalnya adaldah dengan adanya pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.

2. Pemberdayaan Masyarakat Desa di Bidang Pertanian

Seperti yang diketahui bersama, hampir di setiap desa yang ada di Indonesia memiliki lahan pertanian yang cukup berlimpah.

Pertanian ini menjadi mata pencaharian utama para warga yang nantinya bisa didistribusikan ke setiap daerah yang ada di Indonesia.

Baca juga : 10 Peluang Usaha Peternakan dan Pertanian di Desa, Menguntungkan !

Bidang pertanian yang sangat potensial tentunya menjadi perhatian pemerintah agar bisa berkembang lebih baik lagi.

Karena itu, pemerintah pun berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk membuat program pemberdayaan masyarakat desa yang revolusioner dan juga inovatif. Adapun pemberdayaan tersebut mencakup ;

• Pelatihan dan Pembinaan untuk para Petani

Para penduduk desa yang berporofesi sebagai petani, pasti sudah memiliki ilmu ‘’turun menurun’’ sehingga secara kasat mata mereka tidak memerlukan pelatihan atau pembinaan.

Namuan seiring dengan berkembangnya teknologi dan zaman, perubahan itu pasti ada sehingga mau tidak mau para petani tersebut diberikan pelatihan dan pembinaan agar bisa bersaing dengan siapapun.

Contohnya saja, dulu ketika membajak sawah pasti menggunakan tenaga sapi atau kerbau .

Namun, seiring dengan berkurangnya populasi hewan-hewan tersebut dan juga berkembangnya teknologi munculnya alat bernama traktor yang lebih memudahkan manusia untuk membajak sawah.

Nah, pengoperasian alat tersebut tentunya harus dibantu oleh ahlinya agar para petani desa paham serta bisa menggunakannya dengan optimal.

• Pengetahuan Tentang Pengairan Sawah

Banyak petani yang saat ini sulitnya untuk mengairi sawah dikarenakan banyaknya infrastruktur dan juga pabrik-pabrik yang dibangun di desa.

Tentunya, dengan hal ini harus ada pemberdayaan pemberi pengetahuan tentang pengairan sawah dengan cara lain ataupun mencari solusi dari hal tersebut.

• Pendistribusian Hasil Pertanian ke Pasar atau Koperasi

Karena lahan pertanian tersebut merupakan mata pencaharian utama para petani, maka hasil pertanian tersebut akan dijual yang biasanya lewat pasar tradisional ataupun koperasi desa.

Nah, para petani masa kini harus diajari pula tentang menentukan harga penjualan dan modal serta cara mengelola keuangan apabila ada pmasukan yang masuk.

3. Program Pemberdayaan Masyarakat Desa di Bidang Kesehatan

Pemerintah pun membuat sebuah program pemberdayaan masyarakat desa yang bergerak dalam bidang kesehatan. Diharapkan dengan adanya program pemberdayaan tersebut, masyarakat desa bisa meningkatkan kualitas hidup dan peduli akan kesehatannya.

Bila dilihat secara kasat mata, bidang kesehatan di desa ini seringkali menjadi ‘’PR’’ besar pemerintah.

Banyak desa yang masih tertinggal karena tidak adanya sarana dan prasarana kesehatan serta petugas kesehatan yang mumpuni untuk menangani penyakit-penyakit mereka.

Hal ini memang tidak sepenuhnya kesalahan pemerintah, karena kerap berbenturan dengan nilai adat istiadat dan juga kepercayaan mereka.

Maka dari itu, jangan kaget bial di desa masih banyak petugas medis non resmi seperti dukun beranak untuk menolong ibu yang melahrikan, dukun, mantri, dan sebutan lainnya.

Namun, hal tersebut tidak bisa dibiarkan karena bagaimanapun juga berkembangnya zaman saat ini juga sebanding dengan munculnya berbagai penyakit yang ada dan harus ditangani oleh petugas medis ahli.

Maka dari itu, pemerintah melakukan program pemberdayaan tersebut dengan bertahap. Pemberdayaan yang dilakukan meliputi;

• Peningkatan Sarana dan Prasarana

Mulai dari renovasi atau dibangunnya puskesmas atau pusat kesehatan masyarakat yang memadai.

Artinya disediakan pula tenaga medis yang professional, alat yang memadai, serta fasilitas kesehatan yang lengkap.

Selain tenaga medis yang berasal dari luar, bisa pula memberdayakan masyarakat sekitar untuk membantu di bagian-bagian yang memang layak untuk mereka isi sesuai minat dan bakatnya.

• Promosi dan Penyuluhan Program Kesehatan

Kesadaran masyarakat di Desa masih sangat minim. Contoh nyata yang bisa kita temui adalah seperti tentang kesadaran mencuci tangan sebelum makan atau sesudah BAB.

Selain itu mereka pun masih sering mengabaikan penyakit-penyakit lain yang bisa menular pada anggota keluarga atau masyarakat di sekitarnya.

Dan yang lebih parah tentang ibu yang memiliki bayi kerap diberikan makanan padahal usianya masih di bawah 6 bulan.

Pentingnya penyuluhan agar life style masyarakat desa bisa berubah dan memiliki pengetahuan yang mumpuni tentang hal tersebut.

Pemerintah desa bia bekerja sama dengan PKK yang ada di desa untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan tersebut.

4. Program Pemberdayaan Masyarakat Desa di Bidang Pendidikan

Pendidikan adalah program terpenting yang harus bisa dirasakan oleh masyarakat desa maupun kota. Pasalnya, Pendidikan ini adalah gerbang awal agar para masyarakat bisa mengetahui berbagai macam hal yang ada di sekitarnya.

Bila Pendidikan tidak dinikmati langsung oleh para masyarakat di desa mereka akan menjadi masyarakat tertinggal dalam segala hal.

Hampir sama dengan kesehatan, Pendidikan di desa ini belum bisa dilakukan secara optimal karena masih banyak desa yang belum tersentuh Pendidikan dengan baik.

Maka dari itu, pemerintah wajib memberlakukan pemberdayaan masyarakat dalam bidang Pendidikan dengan mencakup;

• Peningkatan Sarana dan Prasarana

Merenovasi bangunan sekolah atau membangun sekolahan agar para masyarakat desa tidak perlu jauh-jauh untuk menuntut ilmu.

Kondisi yang berkembang di tengah masyarakat adalah banyak siswa-siswa yang harus menempuh perjalanan ke sekolah dengan jarak yang cukup jauh.

Tidak hanya itu, ada pula yang harus menempuh sekolah melewati jembatan atau jalan yang sudah tidak layak.

Bila belum memungkinkan membangun sekolah, pemerintah bisa menyediakan Lembaga Pendidikan yang setara dengan apa yang mereka butuhkan.

• Tenaga Pengajar yang Memadai

Selain sarana dan prasarana yang biasanya menjadi masalah adalah tenaga pengajar itu sendiri.

Masih sangat kurang tenaga kerja pengajar sehingga banyak desa yang diajar oleh kepala sekolah sekaligus guru yang mengajar di kelas atau sekolah lain.

Hal ini disebabkan masih engganya tenaga pengajar di kota yang mengajar di desa. Ataupun tenaga pengajar setempat belum memiliki pengetahuan yang memadai.

Maka solusi dari hal tersebut adalah memberikan pelatihan dan penyuluhan tenaga-tenaga pengajar setempat.

Selain harus diperhatikan dua hal di atas, perhatikan pula tentang pemberian beasiswa anak berprestasi yang kerap luput perhatian dari pemerintah setempat maupun daerah.

Serta adakan pula program untuk membantu siswa-siswa yang tidak mampu agar bisa mengenyam Pendidikan dengan mana semestinya.

5. Program Pemberdayaan Masyarakat Desa di Bidang Agama

Program pemberdayaan masyarakat dalam bidang agama pun patut untuk diperhitungkan. Kita boleh bangga dengan anak yang cerdas dan baik dalam hal akademik.

Tetapi akan lebih bahagia lagi apabila anak memiliki kecerdasan dan kemampuan dalam bidang Agama.

Kita bisa meniru dan memodifikasi program pemerintah jawa barat, dimana mereka mencanangkan satu desa satu hafidz.

Dimana hafudz tersebut bisa diberikan beasiswa mengenyam Pendidikan di luar negeri. Tentunya program ini menjadi angin segar bagi para hafidz di desa dan juga memotivasi anak-anak untuk bisa menjadi seorang hafidz.

Pemerintah desa yang ada di daerah lain bisa mencontoh program ini tentunya didukung dengan peningkatan berbagai hal yang menunjang hal tersebut.

Seperti pemberian intensif untuk guru ngaji dengan nominal yang layak dan sesuai, Pemberian fasilitas yang mendukung kegiatan pengajian, adanya pelatihan bagi guru atau anak-anak hafidz untuk bisa termotivasi menajdi seorang hafidz, renovasi tempat ibadah, dan lain sebagainya.

Bila di desa banyak anak yang hafidz, maka akan berpengaruh terhadap perilaku masyarakat desa itu sendiri. Dimana mereka memiliki kecerdasaan spiritual dan juga emosional.

Dan yang lebih membanggakan lagi adalah bila akhirat dikejar maka dunia pun akan mengikuti.

Penutup

Itulah 5 bentuk pemberdayaan desa yang revolusioner sesuai dengan bidangnya. Boleh jadi, tidak ada perubahan tetapi nyatanya belum sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah karena terkendala berbagai hal.

Semoga bermanfaat dan smeoga desa-desa di Indonesia bisa semakin maju serta berkembang kembali.

Apakah Orang Desa Masih Identik dengan Jargon Polos Lugu dan Jujur ?

Haloo, selamat datang di folderdesa.com …

Artikel Intermezo …

Bagian 60%

Masyarakat desa identik dengan kepolosan, keluguan dan kejujuran. Apa masih?

Saya pesimis!,

Anda mungkin melihat mereka dari cara pandang “kota” …

… dari hasil penelitian serampangan saya, 60% masyarakat pedesaan sedang dalam masa “peralihan”… waduh,, kaya flora dan fauna aja peralihan…

Begini cuk..

.. jika anak kecil belajar berjalan, biasanya melewati fase merangkak lalu berdiri kemudian berjalan,, mungkin warga desa itu sedang pada fase merangkak.

Kami orang desa sedang mencontoh fase “hedonis” perkotaan…

.. sayangnya, kami hanya melihat dari sisi luar kehidupan sempurna “kota”, tanpa tahu bagaimana sebenarnya prosesnya… makanya kami meniru dan mengaplikasikan pada hal-hal yang paling mungkin di lakukan di desa.

Apa misalnya cuk?

Sulam alis, jika di kota dilakukan oleh ahlinya, di desa bisa dilakukan oleh perias pengantin yang membuka salon kecantikan..

..kalian bisa bayangkan hasilnya?… tidak jauh dari wajah Susana saat memerankan sundel bolong.. Alis rata seperti zebra cross.

.. dan akhirnya banyak Susana berkeliaran di mana-mana…

Begitupun dengan pendidikan dan pekerjaan…

Lulus sarjana di desa itu berat bro… banyak tuntutan lingkungan yang aneh-aneh dan tidak ada hubungannya dengan pendidikan yang ditempuh..

Misalnya,

.. tetangga TVnya rusak, tiba-tiba datang minta di benerin, dengan alasan kamu kan sarjana, pasti bisa, kan itu dancuk banget,, ga tau apa kalo saya sarjana lulusan biologi..

.. Fase peralihan juga terlihat dari bagaimana beban anak-anak agar menjadi PNS yang identik dengan seragam dan bergaji bulanan setelah lulus sekolah.

..Padahal “orang kota junjungan kalian sama sekali tidak berminat menjadi pns,

.. mereka malah berfikir bagaimana anak-anak menjadi pengusaha sukses atau meneruskan bisnis keluarga”.

.. membebaskan anak berjualan pisang goreng, pisang coklat sampai jualan pisang sendiri .. intinya kemandirian dan kemerdekaan berfikir yang terpenting.

“Bagaimana dengan harta dan kehormatan?”,

.. banyak kebahagiaan anak direnggut karena keegoisan dan nafsu orang tua.. karena masyarakat desa masih setengah-setengah dalam mencerna logika “duniawi mereka”.

Begini, .. bagi yang merasa orang desa !

.. saya tanya bro, apa yang orang tua harapkan dari Anda?

Kalau jawabannya ” Nduk, sekolah yang pinter ya, biar bisa jadi pegawai negeri dan membanggakan orang tua”.

Bener si…tapi..

40%

Syukur-syukur Anda masuk golongan yang 40%..

Jargon polos, tulus dan jujur masih melekat kok dengan orang desa… tapi nilai-nilai ini sudah mulai pudar, dan yang paling ketara adalah makin hilangnya sifat gotong royong..

.. Sebagai masyarakat desa, saya sudah jarang menemui hal ini lagi. Dulu saat anak-anak, sering sekali di ajak ikut “gotong royong membangun rumah”. Saat ini, kebiasaan ini sudah berubah terkikis jaman dan kebiasaan.

Teknologi informasi memang “bermata dua”. Di dukung dengan menjamurnya gadget dan kemudahan Internet. Sedikit demi sedikit mengurangi interaksi langsung dengan sesama, hal ini sangat masif terjadi di kota besar bahkan juga terjadi di desa.

Tapi apalah-apalah, saya hanya wong desa .. Salam

Oh iya … jangan lupa baca artikel lain, misalnya jika anda ingin tahu seperti apa struktur birokrasi pemerintahan desa ini.