Apa Perbedaan Desa Swadaya, Swakarya dan Swasembada

Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki sumber daya alam yang begitu potensial. Sumber daya alam tersebut tersebar di beberapa daerah dan masih sangat asri. Umumnya bisa ditemui di wilayah desa yang memang belum banyak tercemar polusi dan belum banyak pembangungan infrastruktur.

Maka sangatlah wajar, desa itu sangatlah indah dan sangat cocok dijadikan tempat refreshing dari rutinitas sehari-hari. Namun, dibalik keindahannya tersebut, setiap desa dituntut untuk bisa mencapai tingkatan tersendiri dalam proses pembangunan dan kemajuan desa itu sendiri.

Baca juga : Pengertian Desa dan 10 Perbedaan Dengan Perkotaan

Tingkatan perkembangan desa tersebut dibagi dalam beberapa klasifikasi yang disesuaikan dengan keadaan masyarakat, pembangunan sarana dan prasarana, serta taraf ekonomi masyarakatnya yang menghuni di tempat tersebut. 

Klasifikasi Desa Berdasarkan Tingkat Perkembangannya

erbedaan Desa Swadaya, Swakarya dan Swasembada

Adapun Klasifikasi Desa Berdasarkan Perkembangannya tersebut akan dibahas pada pembahasan di bawah ini! 

1. Desa Swadaya

Desa swadaya disebut juga dengan desa tertinggal karena penduduknya cenderung primitif dan terisolir dari daerah luar. 

Mayoritas masyarakatnya masih tetap melakukan kebiasaan-kebiasaan nenek moyangnya terdahulu, antara lain menjalankan tradisi dan hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan primer saja. 

Kebiasaan ini biasanya milik desa yang dihuni oleh sebuah kelompok dengan rentan waktu yang sudah cukup lama. 

Pemikiran yang mengikuti leluhur inilah yang kerap membuat desa tersebut tidak mau berkembang lebih baik lagi.

Adapu ciri-ciri dari desa swadaya yang perlu diketahui adalah sebagai berikut;

  • Jumlah penduduknya sedikit
  • Desanya terisolir atau tertutup untuk orang luar
  • Masyarakatnya sangat memegang teguh tradisi atau adat
  • Tidak banyak mata pencaharian dan bersifat agraris
  • Memiliki hubungan personal satu sama lain yang sangat erat
  • Sarana dan Prasarana desa masih sangat kurang dan tradisional
  • Belum ada teknologi yang memadai, jika pun ada masih dalam tahap rendah

2. Desa Swakarya

Desa swakarya merupakan desa yang tingkatannya lebih maju dibandingkan desa swadaya. Masyarakatnya mulai mau berubah mengikuti perkembangan zaman serta lebih terbuka terhadap sesuatu yang baru.

Adat istiadat juga masih ada dan mulai mengalami transisi sesuai dengan perubahan yang terjadi di desa itu sendiri.

Karena sudah mulai terbuka dengan ‘’dunia luar’’, mata pencaharian masyarakatnya pun lebih beragam dan lapangan pekerjaan semakin meluas.

Tidak hanya itu, sedikit demi sedikit infrastruktur sudah mulai dibangun yang tentunya sangat bermanfaat untuk warga sekitar. Adapun ciri-ciri lain dari desa Swakarya adalah sebagai berikut;

  • Sudah mulai ternuka dengan pengaruh dari luar daerah
  • Masih menjalankan adat tetapi tidak terikat secara penuh
  • Masyarakatnya sudah mulai mengenal teknologi dan mulai menggunakan hal tersebut
  • Terdapat sarana yang cukup memadai, seperti kesehatan, perekonomian, pendidikan, dan prasarana penunjang lainnya
  • Akses menuju wilayah lain sudah lebih mudah
  • Lapangan pekerjaan sudah mulai beragam

3. Desa Swasembada

Desa swasembada adalah desa yang sudah berkembang atau sudah maju. Masyarakatnya sudah sangat terbuka terhadap berbagai hal sehingga bisa memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya tersebut untuk pembangunan desa.

Tidak hanya infrastrukturnya yang maju, bidang pendidikan dan perekonomiannya pun sudah lebih maju dibandingkan desa swakarya dan swadaya.

Masyarakatnya sudah mulai mau menyumbangkan ide serta berpartisipasi untuk mengembangkan wilayahnya kearah yang lebih baik.

Untuk lebih lengkaprnya, ciri-ciri dari desa swasembada adalah sebagai berikut;

  • Lokasinya tidak jauh dari kecamatan atau kota setempata
  • Di desanya sudah mulai memiliki penduduk yang padat
  • Masyarakatnya sudah tidak terikat oleh adat
  • Sudah memiliki fasilitas yang lebih maju, komplit, serta memadai
  • Masyarakatnya sudah muali berpikir kritis dan kreatif
  • Peduli dan berpartisipasi terhadap kegiatan pembangunan desa

Perbedaan Desa Swadaya, Swakarsa, dan Swasembada

Setelah mengetahui pemaparan di atas, maka perbedaan di antara ketiganya adalah sebagai berikut;

1. Desa Swadaya

Merupakan desa yang penduduknya tergolong sedikit kemudian masih terikat dengan adat istiadat. Karakteristik masyarakat cenderung tertutup tidak menerima perubahan dari luar dan tentu saja tingkat Pendidikan warganya masih sangat rendah.

Sebagaina besar penduduknya masih tergantung dengan alam dan memilih untuk bertani agar mereka bisa bertahan hidup.

Tempatnya yang jauh dari kota membuat desa ini terisolir dan memang masih mengedepankan adat istiadat yang berlaku turun-temurun.

2. Desa Swakarya

Desa ini sering disebut sebagai desa peralihan antara swadaya dan swasembada. Ciri dari desa swakrya ini masih memegang adat istiadat walaupun sudah cukup longgar untuk dilakukan.

Masyarakatnay sudah mulai terbuka dengan pengaruh luar, sehingga sebagain penduduknya sudah cukup melek teknologi.

Letak desa Swakarya ini biasanya tidak terlalu jauh dari pusat ekonomi atau kota sehingga mudah dijangkau oleh orang-orang luar yang memang ingin membantu desa tersebut.

Mata pencahariannya tidak mengandalkan sector agraris saja, tetapi sudah berkembang pada sekor lain yang lebih luas jangkaunnya.

Warganya sudah mulai sadar akan Pendidikan sehingga mereka pun bersekolah hingga jenjang yang cukup tinggi.

Mereka pun sudah mulai mengenal sistem transportasi sehingga mudha untuk berpergian kemanapun yang mereka inginkan.

3. Desa Swasembada

Desa yang paling maju diantara dua desa lainnya. lokasinya biasanya tidak jauh dari kota dan kecamatan. Warganya sudah sangat melek teknologi serta pembangunan infrastruktur sudah mulai lengkap.

Masyarakatnya sudah tidak terikat dengan adat istiadat sehingga pikiran mereka mulai terbuka terhadap apapun.

Tidah heran dengan sikap masyarakatnya yang seperti itu membuat desanya semakin maju dan mata pencaharian di desa pun sudah mulai beragam.

Teknologi yang ada di desa pun sudah cukup lengkap sehingga mereka bisa berkembang dari pengaruh tersebut ataupun dari kreatifitas yang diciptakannya sendiri.

Pengertian Desa Menurut Ahli dan Dalam Undang-Undang

Untuk lebih memahami tentang desa, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu pengertian desa menurut para ahli dan yang terdapat dalam undang-undang, yaitu;

  • UU no. 22 tahun 1999 desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan Nasional dan berada di daerah Kabupaten.
  • Undang-Undang No. 5 tahun 1979 “desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung dibawah Camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
  • Sutarjo Kartohadikusumo (1965) desa merupakan kesatuan hukum tempat tinggal suatu masyarakat yang berhak menyelenggarakan rumahtangganya sendiri merupakan pemerintahan terendah di bawah camat.
  • R.Bintarto. (1977), desa adalah merupakan perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomis politik, kultural setempat dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daerah lain.

Ciri – Ciri Desa Secara Umum

Setelah mengetahui pengertian desa, ada baiknya pula untuk mengetahui ciri-ciri desa secara umum, yaitu sebagai berikut;

1. Jiwa Gotong Royong

Perilaku sosial Masyarakat desa masih menerapkan aktivitas gotong royong dalam hal apapun yang ada di desa tersebut.

2. Konflik dan Persaingan

Menurut ahli antropologi, konflik dan persaingan ini lebih banyak terjadi masyarakat-masyarakat kecil, yang dalam hal ini adalah pedesaan. Contoh desa di Indonesia yang pernah terjadi pertengkaran adalah Botoramba di Muremarew Irian Barat, Telang di Kalimantan Tengah, dan di desa Celapar Jawa Tengah.

3. Sistem Tolong Menolong

Walaupun banyaknya konflik dan persaingan, di desa pun sistem tolong menolongnya masih cukup tinggi. Masyarakatnya akan saling tolong menolong dalam hal apapun.

4. Kerja Keras dalam bekerja

Jiwa masyarakatnya adalah pekerja keras. Karena mereka sangat percaya bahwa dengan bekerja keraslah mereka bisa bertahan hidup di wilayah tersebut.

5. Musyawarah

Merupakan kebiasaan yang telah menjadi ciri khas dari masyarakat pedesaan. Musyawawah ini berarti setiap keputusan yang diambil saat rapat tidak mementingkan perseorangan atau golongan tertentu, melainkan kesepakatan bersama untuk bisa menjalankan apa yang telah disepakati tersebut.

Jika anda ingin mengetahui lebih detile terkait ciri ciri desa, anda bisa membaca artikel kami sebelumnya berjudul ciri-ciri desa.

Fungsi Desa

Menciptakan dan menamai suatu wialayh dengan desa oleh pemerintah jelas bukan hal yang kebetulan serta memiliki fungsi untuk kemajuan negara. Adapun fungsi desa yang bisa Anda ketahui adalah sebagai berikut;

1. Desa sebagai hinterland

Desa sebagai hinterlang karena memang di desa lebih banyak memproduksi dibandngkan mengkonsumsi.

Masyarakat kota pun tanpa sadar sangat bergantung pada desa yang memang menyediakn persediaan bahan makann mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga bahan kayu untuk kebutuhan membangun rumah.

2. Desa sebagai Sumber Tenaga

Tanpa sadar majunya kota diakrenakan oleh orang-orang desa yang berani mengubah nasibnya ke kota. Mereka bekerja di kota memang tidak langsung sukses, tetapi membangun dari nol hingga bisa sukses menguasai kota itu sendiri.

Maka dari itu, desa adalah sumber tenaga yang biasanya lebuh cekatan dan kreatif daripada orang kota asli. Tak heran pula jika desa sebagai pusat sumber tenaga yang berkontribusi terhadap perkembangan kota.

3. Desa sebagai Bentuk Pemerintahan

Desa merupakan bagian terkecil dari pemerintahan. Maka sudah selayaknya pemerintah mengakui serta mengurusi apa-apa yang menjadi kebutuhan desa terutama untuk kesejahteraan masyarakatnya.

4. Desa adalah Mitra

Fungsi desa juga sebagai mitra, dimana kota pun tidak akan bisa sukses seperti sekarang tanpada adanya dukungan dan sokongan dari desa itu sendiri. Wajar bila hal itu terjadi karena desa tempat bahan baku alami yang sangat diperlukan oleh para penduduk kota.

Ciri-Ciri Masyarakat Desa

  • Kehidupan beragama di desa cukup kuat dan masyarakatnya cenderung rukun dama serta saling menjaga satu sama lainnya.
  • Orang kota hidupnya individualis dibandingkan orang desa yang cenderung memiliki kehiudpan sosialisasi yang begitu tinggi.
  • Pembagian kerja di kota lebih tegas dan memiliki Batasan yang terlihat jelas dibandingkan di desa yang cenderung tidak tegas serta sukarela memberikan pekerjaan tersebut dengan alasan solidaritas.
  • Lahan pekerjaan di desa sangat terbatas dibandingkan di kota. Hal ini bisa dikarenakan infrastruktur yang kurang memadai serta masih patuh terhadap nilai-nilai adat di desa tersebut.
  • Interaksi yang dilakukan orang desa disebabkan oleh faktor kepentingan daripada kepentingan pribadi. Hal ini terjadi karena tolong menolong antar sesamanya masih cukup tinggi.
  • Perubahaan sosial di kota tampak nayata dan cepat berkembang di bandingkan di desa. Sehingga di desa sendiri sering tertinggal dari berbagai hal.

Penutup

Nah, itualh dia pembahasan mengenai perbedaan desa swadaya, swakarsa, dan swasembada. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top